Komponen-Komponen Sistem Starter Mobil dan Fungsinya (I)

Tanpa sistem starter sangat mustahil bagi mobil untuk dapat dihidupkan, kecuali ada engkolnyaa seperti mesin diesel. Hal ini karena sistem starter berfungsi untuk memberikan tenaga awal agar piston bergerak melakukan proses kerja mesin yakni langkah hisap, kompresi, usaha dan buang. Sistem starter bekerja dengan prinsip elektromagnet, dimana sistem starter mengubah energi listrik dari sumber tegangan menjadi energi gerak dengan magnet. Energi gerak itulah yang digunakan untuk memberikan tenaga awal mesin.

Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif telah membahas artikel tentang prinsip kerja sistem starter konvensional, nah pada kali ini Guru Otomotif akan membahas apa saja komponen-komponen pada sistem starter beserta fungsinya. Dengan mengetahui komponen-komponen sistem starter konvensional ini maka sobat Guru Otomotif dapat menganalisis cara kerja sistem starter dalam beberapa proses, adapun cara kerja sistem starter konvensional pada beberapa proses akan Guru Otomotif bahas pada artikel tersendiri. Baik langsung saja kita bahas komponen-komponennya.

Solenoid
Selenoid disebut juga magnetic swich atau saklar magnet. Pada selenoid ada tiga terminal yaitu terminal 50, terminal 30, dan terminal C. Terminal 30 adalah terminal yang berhubungan langsung dengan positif baterai dan biasanya menggunakan kabel besar karena kebutuhan arus listrik starter juga besar, sehingga arus besar dari baterai dapat sampai ke terminal 30 dengan maksimal. Terminal 50 berhubungan dengan ST (starter) atau kunci kontak. Sedangkan terminal C pada solenoid berhubungan dengan motor starter.

Di dalam solenoid ada dua kumparan yang akan mengaliri listrik pada batang besi, yaitu kumparan pull in dan kumparan hold in, kumparan pull in (pull-in coil) berfungsi untuk menarik tuas penggerak sehingga roda gigi pinion berhubungan dengan flywheel, sedangkan kumparan hold in berfungsi untuk menahan batang besi atau menahan tuas penggerak dalam keadaan menarik.

Cara kerja solenoid starter adalah sebagai berikut: ketika tombol starter ditekan maka arus mengalir dari baterai menuju terminal 50 dan ke kumparan pull-in, selanjutnya ke massa, batang besi atau penampanng yang dililiti kumparan pull-in menjadi magnet dan tertarik oleh plat kontak (sifat magnet), arus juga mengalir ke kumparan hold-in dan ke massa sehingga penampang akan tertahan pada plat kontak karena kemagnetan pada penampang belum hilang akibat arus listrik yang mengalir pada kedua kumparan tersebut. Dan jika tombol starter dilepas maka arus listrik terhenti dan arus tidak mengalir pada kumparan sehingga kemagnetan penampang akan hilang dan penampang tersebut akan kembali akibat adanya pegas pengembali.

Komutator
Komutator berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari kumparan medan ke kumparan armatur melalui sikat positif, dan dari kumparan armatur ke sikat negatif. Kumparan armatur disolder pada plat komutator sehingga dengan cara ini maka arus dapat mengalir dari sikat dalam satu arah ke kumparan armatur. Dan selama armatur berputar, komutator selalu berhubungan dengan sikat yang dialiri arus listrik yang lebih besar diantara sikat dan komutator, dan karena itulah temperaturnya bisa menjadi tinggi sehingga sikat mudah aus.


Sikat
Sikat pada starter berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari kumparan medan ke kumparan armatur melalui komutator dan menyalurkan arus dari kumparan armatur ke massa melalui komutator. Biasanya ada empat buah sikat yang dipasang pada starter, dua sikat sebagai sikat positif dan dua lagi sebagai sikat negatif. Sikat positif adalah sikat yang ditopang oleh pemegang sikat berisolasi, sedangkan sikat negatif adalah sikat yang ditopang oleh pemegang sikat yang terhubung dengan massa.


Sobat Guru Otomotif, agar artikel ini tidak terlalu panjang yang dapat mengakibatkan sobat bosan membaca, untuk komponen sistem starter selanjutnya silahkan sobat Guru Otomotif baca pada artikel komponen-komponen sistem starter mobil danfungsinya (II). Demikian artikel tentang komponen sistem starter semoga bermanfaat untuk sobat Guru Otomotif. Silahkan dishare dan terus belajar di Guru Otomotif.

Label: