Bahaya Telat Mengganti Oli Mesin Kendaraan

Bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan – Oli atau pelumas berfungsi untuk melumasi komponen-komponen pada mesin yang saling bergesekan. Tujuan dari pelumasan yaitu agar komponen yang bergesekan tersebut tidak terkikis atau cepat aus. Hal ini ibarat ketika kita makan telur namun tidak minum, pasti akan membuat “seret”, nah oli ibarat air minum.

Di dalam mesin kendaraan terdapat banyak sekali komponen yang saling bergesekan, misalnya pada transmisi, piston, dan sebagainya. Komponen-komponen tersebut harus mendapat pelumasan agar tidak cepat aus yang dapat menurunkan kinerja mesin. Pelumas atau oli pun harus rutin diganti karena oli semakin lama digunakan akan semakin turun kadar kekentalannya, bahkan semakin habis karena menguap. Penggantian oli biasanya dilakukan bersamaan dengan servis kendaraan, ada yang 1 bulan sekali, atau setiap 20.000 km sekali, dan sebagainya tergantung pada spesifikasi oli yang digunakan dan juga kendaraannya.


Namun bagi sebagian orang, terkadang lupa dalam mengganti oli entah karena kesibukan atau karena hal lain. Padahal telat mengganti oli dapat menimbulkan dampak pada mesin kendaraan itu sendiri, inilah bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan:

Yang pertama adalah mesin akan menjadi kasar, dampak dari telat mengganti oli salah satunya adalah mesin menjadi tidak seperti biasanya, karena lebih kasar. Oli yang berkurang pada mesin juga menyebabkan munculnya getaran pada mesin. Dan jika semakin berkurang maka dampaknya juga semakin parah.

Dampak telat mengganti oli berikutnya adalah mesin menjadi terlalu panas atau overheating  . Hal ini karena fungsi oli sendiri yaitu untuk mendinginkan mesin. Jika kondisi oli sudah jelek atau volume oli hampir habis maka oli tidak dapat mendinginkan komponen-komponen mesin yang bergesekan tersebut, proses pendinginan mesin pun terganggu. Sehingga suhu mesin akan lebih cepat panas. Dan jika dibiarkan terus menerus dapat menimbulkan kerusakan pada kepala silinder yang melengkung dan mengakibatkan motor menjadi mati (istilah dibengkelnya ngancing).

Dampak telat mengganti oli selanjutnya yaitu bahan bakar menjadi boros, hal ini karena gesekan antar komponen pada mesin menjadi kasar dan keras. Ketika gesekan antar komponen pada mesin kasar maka tarikan mesin pun menjadi berat dan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak, akibatnya bahan bakar menjadi boros.

Dampak berikutnya dari terlambat mengganti oli adalah performa mesin menjadi berkurang. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa ketika oli berkurang maka gesekan antar komponen pada mesin semakin kasar dan keras, maka tenaga yang seharusnya dipindahkan ke roda menjadi berkurang akibat hilang pada gaya gesek, sehingga performa mesinpun akhirnta menjadi turun.

Yang paling parah dampak dari telat mengganti oli adalah mesin akan mati jika oli pada mesin benar-benar habis lantaran jarang di cek atau diganti. Oli yang benar-benar habis membuat permukaan komponen pada mesin menjadi kering, dan jika komponen yang kering tersebut saling bergesekan maka lama kelamaan akan ngancing, piston tidak dapat bergerak. Dan jika semakin di paksa maka dapat merusak komponen mesin seperti setang piston, pena piston, transmisi, dan komponen lain pada mesin. Jika sudah demikian parahnya maka tidak ada yang dapat dilakukan selain turun mesin alias membongkar total mesin kendaraan. Komponen-komponen pada mesin yang rusak kemudian harus diganti. Dengan demikian biaya yang dikeluarkan pun semakin membengkak, karena untuk turun mesin dan untuk mengganti komponen-komponen yang rusak pada mesin.


Dari artikel di atas tentang  bahaya telat mengganti oli mesin kendaraan tentu kita dapat mengambil pelajaran, niatnya menghemat dengan tidak mengganti oli justru ternyata malah boros karena resiko rusaknya mesin semakin besar. Oleh karena itu taatilah rambu-rambu pemakaian kendaraan dan oli mesin. Jika menurut petunjuknya oli harus diganti setiap 5000 kilometer, maka gantilah. Dengan begitu insyaAllah mesin atau kendaraan akan terjaga performanya dan menambah umur pakai kendaraan tersebut. Demikian semoga bermanfaat.

Label: