Jumlah Kumparan Pada Koil Pengapian Sepeda Motor

Jumlah Kumparan Pada Koil Pengapian Sepeda MotorKoil pengapian adalah komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari baterai atau alternator (tergantung apakah jenis pengapiannya adalah pengapian AC ataukah pengapian DC), yang kemudian tegangan tersebut dinaikkan menjadi tegangan tinggi yang diperlukan oleh busi untuk proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Bisa dibayangkan jika kerja koil pengapian ini mengalami kendala atau masalah, maka koil pengapian tidak dapat menaikkan tegangan dari sumber tegangan, akibatnya tidak ada tegangan tinggi pada busi dan busipun tidak dapat memercikkan bunga api, sehingga kendaraan menjadi mati karena tidak ada pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Dari sini kita dapat menganalisis juga bahwa penyebab busi mati tidak selalu busi itu sendiri, artinya ketika kita memeriksa sepeda motor kita mati lalu setelah dicek ternyata busi mati, maka belum tentu businya yang rusak, bisa jadi koil pengapianlah yang bermasalah. Atau sobat dapat meruntutnya dari busi hingga baterai (periksa seluruh sistem pengapian sepeda motor). Kembali ke topik pembahasan, berkaitan dengan koil pengapian, banyak dari kita yang belum tahu bahwa koil pengapian “hanya berisi” beberapa kumparan yang dililitkan pada sebatang besi. Namun tahukah berapa jumlah kali lilitan pada kumparan koil tersebut? nah kali ini Guru Otomotif akan membahasnya.
Namun belelum Guru Otomotif membahas kumparan pada koil, terlebih dahulu kita pelajari komponen-komponen pada koil pengapian berikut ini.

Komponen Koil Pengapian Sepeda Motor

Komponen koil pengapian (ignition coil) pada sepeda motor yaitu ada bodi koil yang juga berfungsi sebagai massa, ada kabel tegangan tinggi yang menuju busi, kabel dari kontak platina, kumparan primer, inti plat besi, dan kumparan sekunder. Gambar komponen koil pengapian dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Di dalam kumparan koil pengapian tersebut terdapat dua jenis kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang dililitkan pada tumpukan plat besi tipis. Antara kumparan primer dan kumparan sekunder memiliki diameter kawat dan jumlah lilitan yang berbeda.

Kumparan Primer

Pada kumparan primer memiliki diameter kawat antara 0,6 - 0,9 mm dengan jumlah lilitan antara 200 – 400 kali lilitan. Lilitan 200 – 400 adalah jumlah yang tidak sedikit, bisa dibayangkan jika sobat Guru Otomotif membuatnya sendiri, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membuat lilitan sebanyak itu? Namun jangan kaget karena masih ada lilitan sekunder yang jumlahnya lebih fantastis.

Kumparan Sekunder

Pada lilitan sekunder memiliki diameter kawat 0,05 – 0,08 mm, yakni lebih kecil dari pada diameter kawat pada kumparan primer. Hal ini dikarenakan jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih banyak. Jumlah lilitan pada kumparan sekunder sebanyak 2000 – 15.000 kali lilitan, banyak sekali bukan. Kira-kira berapa waktu yang diperlukan bagi sobat Guru Otomotif seandainya membuat sendiri lilitan sekunder tersebut?

Karena adanya perbedaan jumlah gulungan atau lilitan pada kumparan primer dan kumparan sekunder tersebut, maka kumparan sekunder akan terinduksi dengan cara mengalirkan arus listrik secara terputus-putus (terhubung dan terputus) pada kumparan primernya, sehingga pada kumparan primer akan muncul dan hilang kemagnetannya secara tiba-tiba dan berulang-ulang. Dengan demikian terjadi induksi pada kumparan sekunder dan timbul tegangan tinggi sebesar 10.000 – 15.000 volt. Itulah prinsip dasar koil pengapian pada sepeda motor. Dan jika sobat Guru Otomotif pernah bermain tamiya, pada dinamo tamiya  juga ada lilitannya yang biasanya ditambah jika ingin menambah power atau tenaga pada tamiya tersebut, prinsipnya hampir sama.

Demikianlah artikel tentang jumlah kumparan pada koil pengapian sepeda motor, semoga dapat mudah dipahami dan bermanfaat. Silahkan disebarkan.

Label: