Tumit Ebonit Platina, Komponen Kecil yang Bisa Mematikan Mesin Motor Anda

Apa hal yang pertama kali sobat cek ketika mendapati motornya mati atau mogok? Sebagian besar orang akan memeriksa busi ketika motornya mati, apakah terdapat pengapian pada businya atau tidak, selain itu mungkin cek bahan bakar apakah habis atau masih. Namun tahukah bahwa pada sepeda motor terdapat komponen kecil yang fungsinya sangat vital, jika komponen kecil tersebut aus saja, dapat mematikan mesin motor, hemm sereem ya.. Lalu komponen apakah itu? Jawabannya seperti yang ada di judul postingan ini, dialah tumit ebonit pada platina. Komponen kecil ini ada khusus pada sepeda motor yang masih menggunakan pengapian konvensional. Karena sistem pengapian kan ada beberapa macam mulai dari sistem pengapian konvensional yang menggunakan platina, sampai sistem pengapian semi elektronik atau sistem pengapian full elektronik yang tidak lagi menggunakan platina. Bisakah sobat menyebutkan contoh sepeda motor yang masih menggunakan sistem pengapian konvensional?

             Kenapa tumit ebonit pada platina dapat mematikan mesin motor? Sebelum menjawab pertanyaan itu kita bahas dulu fungsi platina dan kaitannya dengan tumit ebonit. Platina adalah sebuah komponen pada sistem pengapian yang fungsinya seperti saklar, yaitu untuk memutus dan menghubung arus listrik dari accu atau baterai menuju kumparan primer koil pengapian. Ketika kontak platina menutup maka arus mengalir dari baterai ke kumparan primer dan di dalam koil terdapat inti besi yang menjadi magnet karena ada arus listrik (elektromagnetik). Kemudian melalui mekanisme poros nok yang berputar, tonjolan nok akan menekan lengan platina dan membuat platina menjadi membuka maka arus listrik akan terputus yang menuju kumparan primer, akibatnya kemagnetan pada inti besi akan hilang secara tiba-tiba dan menyebabkan munculnya induksi pada kumparan sekunder. Dari induksi tersebut dihasilkan tegangan lisrik yang sangat besar yakni 10-15 kilo volt.

Hubungannya dengan tumit ebonit apa? Tumit ebonit berfungsi sebagai media yang ditekan oleh nok sehingga platina dapat membuka karena dorongan nok, dan platina dapat menutup karena dorongan pegas platina. Untuk lebih jelas silahkan lihat gambar platina dan komponennya di bawah ini.


Nah tumit ebonit tersebut jika telah aus maka akan membuat platina tidak dapat terbuka karena walaupun nok mendorong tetap lengan platina tidak akan terdorong lantaran tumit ebonitnya sudah aus. Sehingga platina tetap akan menutup terus. Apa akibanya jika platina menutup terus? Maka arus akan mengalir terus ke kumparan primer koil dan tidak ada pemutusan arus, jika tidak ada pemutusan arus pada kumparan primer maka tidak akan terbentuk induksi diri pada kumparan sekunder. Akibatnya lagi adalah tidak adanya tegangan tinggi yang dihasilkan kumparan sekunder karena tidak ada induksi. Sehingga busi akan mati. Masalah sepele ini akan terasa sulit karena ketika motor tiba-tiba mati dan ganti busi tetap akan mati, karena yang bermasalah adalah platinanya, dan penyebabnya sederhana yaitu tumit ebonit yang aus.

            Untuk menghindari tumit ebonit aus, maka berilah gemuk pada tumit ebonit tersebut secara rutin. Namun sekali lagi. Tumit ebonit ini khusus ada di platina yaitu pada sepeda motor yang masih menggunakan sistem pengapian konvensional. Demikianlah artikel tentang tumit ebonit platina, komponen kecil yang bisa mematikan mesin motor anda, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita tentang otomotif.

Label: