Begini Cara Menghitung Konsumsi BBM Kendaraan yang Tepat

Konsumsi BBM atau bahan bakar bagi kendaraan menjadi suatu tolak ukur untuk menilai apakah kendaraan tersebut termasuk kategori hemat bbm atau boros bbm. Kendaraan yang hemat bbm dapat lebih laku di pasaran terlebih saat ini banyak pabrikan kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor yang berlomba-lomba dalam membuat teknologi kendaraan yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Tak kalah ketinggalan, para pengembang hemat bbm pun bermunculan baik dari kalangan pelajar atau mahasiswa maupun perorangan yang kemudian membuat alat-alat penghemat BBM.



            Untuk menghitung konsumsi bbm suatu kendaraan sangat mudah, karena ada indikator penghitung konsumsi bahan bakar yang biasanya diletakkan pada panel display sepeda motor atau mobil. Nah bagaimana jika pada mobil yang kita miliki tidak terdapat indikator penghitung konsumsi bahan bakar atau misalnya indikator penghitung konsumsi BBM pada panelnya rusak? Sobat masih tetap bisa menghitung konsumsi bbm kendaraan atau mobil dengan metode full to full akan Guru Otomotif bahas berikut ini:

Langkah pertama adalah dengan mengisi bahan bakar atau BBM sampai full tank atau penuh, atau hingga kran menjadi otomatis berhenti pertama kali. Kemudian setelah berhenti otomatis, jangan tambah lagi pengisian bahan bakar karena itu menandakan bahwa bahan bakar sudah sampai pada leher tangki. Dan pengisian BBM sebaiknya dilakukan di SPBU yang resmi agat lebih mudah dalam memonitor.

Langkah kedua dari metode full to full adalah menekan trip A yang ada pada odometer lalu tahan sampai dengan menunjukkan angka 0000, setelah itu jalankan mobil sampai indikator kilometer menunjuk ke 100 atau lebih, hal ini bertujuan agar perhitungannya menjadi lebih mudah karena sudah ada pengurangan  BBM yang cukup signifikan dan tangki bahan bakar juga telah siap untuk diisi kembali.

Langkah ketiga adalah isilah kembali tangki bahan bakar yang sudah mulai berkurang tersebut. Dan ingat bahan bakar yang disii harus bahan bakar yang sejenis, semisal pada pertama kali menggunakan bahan bakar jenis premium maka isi kembali dengan premium. Dan isi kembali tangki bahan bakar sampai penuh kembali dan ditandai dengan berhentinya kran otomatis pada pertama kali, dan tetap jangan melakukan penambahan lagi ketika kran otomatis berhenti.

Langkah keempat yaitu catat jumlah pengisian saat terakhir kali, semisal pengisian terakhir tercatat 10,5 liter. Lalu hitung pemakaian bahan bakar dari angka odometernya. Sebagai contoh ketika terakhir mengisi bahan bakar pada angka odometer 100 kilometer maka perhitungannya adalah 100:10,5 maka hasilnya adalah 9,52. Hasil 9,52 memiliki arti bahwa rata-rata pemakaian bahan bakar pada setiap liter dapat menempuh jarak 9,52 kilometer.

Teknik Menghitung Konsumsi Bahan Bakar

            Untuk menghitung berapa konsumsi bahan bakar sebaiknya dihitung pada tiga keadaan atau kondisi agar hasilnya lebih valid, yaitu keadaan di dalam kota, di luar kota dan pada kecepatan konstan.

            Misalnya pada pengukuran di dalam kota, biasanya hasil perhitungan yang didapat lebih boros jika dibandingkan dengan pengukuran atau perhitungan di luar kota. Sedangkan hasil pengukuran di luar kota pun akan lebih boros jika dibandingkan pada pengukuran konsumsi bahan bakar ketika kecepatan konstan seperti pada jalan yang bebas hambatan. Dan oleh karena itu perhitungan konsumsi bahan bakar sebaiknya dilakukan pada tiga keadaan tersebut yang otomatis sobat harus melakukan tiga kali percobaan dengan langkah yang sama.

            Demikianlah cara menghitung konsumsi BBM kendaraan yang tepat, semoga dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang otomotif. Adakah diantara sobat yang pernah atau sudah melakukan percobaan di atas? Dan bagaimanakah hasilnya?

Label: