Tips Membuat Motor Matic Menjadi Lebih Irit BBM

Motor matic mungkin identik dengan wanita, karenanya motor matic dibuat mudah dalam mengoperasikannya, yaitu tanpa perlu repot-repot memindah gigi karena transmisinya dibuat otomatis menyesuaikan beban kerja mesin. Dan bukan rahasia lagi jika motor matic itu boros bahan bakar jika dibandingkan dengan motor dengan transmisi manual atau motor bebek. Hal ini karena motor matic mempunyai lebih banyak gear dibandingkan dengan motor bebek, selain itu putaran RPM pada motor matic lebih tinggi dan tidak dapat diatur sendiri seperti pada motor bebek (dengan mengatur gigi transmisi).


Namun ternyata borosnya motor matic bisa disiasati dengan beberapa tips yang akan Guru Otomotif bahas dalam artikel ini, dengan tips ini sobat bisa membuat motor matic menjadi lebih irit atau hemat BBM dari biasanya. Seperti apa tipsnya? Ini dia...

Periksa Filter Udara Secara Rutin

Filter udara adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring udara sebelum masuk dan dicampur dengan bahan bakar di dalam karburator, hal ini agar campuran bahan bakar dan udara menjadi bersih dan dapat mengoptimalkan kerja mesin. Filter udara ini cepat kotor karena terus menerus menyaring udara, dan oleh karena itu filter udara harus dibersihkan secara rutin.

Filter udara yang kotor dapat mengakibatkan udara terhambat ketika akan masuk ke karburator maupun ke ruang bakar, sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya karena jumlah udara yang masuk lebih sedikit. Agar motor menjadi bertenaga seperti pada pemakaian normal maka gas harus diputar lebih tinggi  lagi, akibatnya bahan bakar yang digunakan menjadi lebhih boros dari pada ketika filter udaranya tidak tersumbat.

Maka tipsnya adalah selalu periksa komponen filter udara ini dan dibersihkan secara rutin, cara membersihkannya adalah dengan menyemprot filter udara menggunakan udara bertekanan tinggi dan disemprot dari arah yang berlawanan dengan arah udara masuk. Jika tidak dapat membersihkan sendiri maka bawalah motor matic ke bengkel dengan melakukan servis rutin. Dan umumnya filter udara ini diganti setiap 15.000 km sekali.

Memeriksa Sistem Pengapian Secara Rutin

Sistem pengapian juga harus diperiksa secara rutin agar kualitas pengapian tidak menurun. Kualitas sistem pengapian terletak pada kualitas percikan api yang dihasilkan busi dan ketepatan waktu pengapian (timing ignition) sehingga pembakaran campuran bahan bakar dan udara dapat optimal.

Diantara hal yang perlu diperiksa pada sistem pengapian yaitu cek kondisi busi, pastikan busi tidak bermasalah, silahkan baca artikel warna busi mempengaruhi kondisi mesin. Cara memeriksa kualitas api pada busi yaitu tempelkan busi pada mesin lalu motor disstar atau kick star (hati-hati jangan memegang busi dekat dengan elektroda busi karena tegangannya tinggi), kemudian lihat kualitas percikan api busi. Selain kualitas busi, kondisi kabel tegangan tinggi pada busi juga harus diperiksa. Lalu timing pengapian juga harus dicek, timing pengapian yang terlalu maju atau terlalu mundur akan menyebabkan mesin menjadi boros. Untuk memeriksa dan menyetel timing pengapian sobat dapat membawanya pada bengkel ketika servis dan mintalah supaya mekanik menyetel timing pengapian.

Memakai Oli Sesuai Standar Pabrik

Tips yang ketiga adalah memakai oli sesuai standar pabrik, agar performa mesin terjaga. Oli pada motor matic biasanya berbeda dengan oli motor bebek. Pemakaian oli yang sesuai dengan standar pabrik akan berpengaruh pada kinerja mesin, pelumasan dapat berjalan dengan normal dan komponen mesin yang bergesekan seperti transmisi akan terjaga dari keausan. Sebaliknya jika oli tidak sesuai standar mungkin terlalu encer maka komponen yang bergesekan tidak dapat dilumasi dengan baik. Dan selain itu pemeriksaan jumlah oli pelumas juga harus rutin dilakukan, caranya adalah dengan melihat stik oli dan lihat garis oli pada stik tersebut, seharusnya berada diantara batas atas atau batas bawah.

Memutar Gas dengan Stabil

Selain kondisi mesin, sikap dalam mengendara juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar, sering membleyer (menarik tuas gas sambil direm) dapat menyebabkan bahan bakar menjadi boros. Cara berkendara sangat mempengaruhi irit tidaknya bahan bakar, sikap dalam berkendara yang baik adalah dengan memutar atau membuka tuas gas secara lembut dan juga stabil, kurangi akselerasi yang tidak perlu, karena ketika kita melakukan akselerasi (memutar gas secara tiba-tiba dengan menyentak) akan membuat bahan bakar yang dimasukkan ke mesin menjadi lebih banyak karena untuk memenuhi beban mesin saat akeselerasi. Maka berkendaralah dengan prinsip halus dan stabil, dan jangan stop and go (sedikit-sedikit berhenti dan sedikit-sedikit jalan). berkaitan dengan sikap mengendarai, sobat dapat membaca artikel perilaku pengendara yang menyebabkan motor menjadi boros.

Memakai Bahan Bakar Sesuai Anjuran Pabrik

Penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan anjuran dari pabrik juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar motor matic. Sesuaikan penggunaan bahan bakar dengan kompresi mesin, jika kompresi mesin motor matic menuntut agar pemilik motor menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi, maka jangan memakai bahan bakar jenis premium. Karena tidak hanya membuat motor matic menjadi boros, namun parahnya adalah dapat merusak mesin itu sendiri.

Bagi yang motor maticnya sudah memakai teknologi injeksi, maka sebaiknya jangan memakai cairan penambah oktan bahan bakar sembarangan. Jika salah memilih cairan tambahan untuk bahan bakar maka bisa berdampak pada munculnya flek residu di daam ruang bakar mesin matic.
Demikianlah beberapa tips membuat motor matic menjadi lebih irit bbm, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Salam Otomotif!
Jika Anda menginginkan artikel ini untuk tugas sekolah atau lainnya, silahkan hubungi admin Guru Otomotif dengan mengirimkan email [Muryo Setyo].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Membuat Motor Matic Menjadi Lebih Irit BBM"

Poskan Komentar