Tips Aman Hadapi Banjir Saat Berkendara di Jalanan

Apakah sobat pernah dengan terpaksa melewati jalanan yang banjir? Berkendara ketika banjir memang menjadi masalah tersendiri karena banyak kendaraan yang terkena dampaknya setelah dengan terpaksa menerjang banjir. Yak, musibah yang satu ini memang akhir-akhir ini sering terjadi di kota-kota besar terutama di Jakarta dan beberapa daerah lain yang rawan banjir ketika musim hujan tiba. Selama kita semua belum benar-benar mengatasi masalah lingkungan secara bersama maka banjir tidak dapat dihindari. Dan mau bagaimana lagi jika daerah yang terkena musibah banjir tersebut adalah daerah yang biasa menjadi rute perjalanan kita? jika terpaksa dan tidak ada pilihan rute lain maka menerjang banjir adalah pilihan terakhir. Nah jika sobat juga mengalami hal demikian maka alangkah baiknya untuk melakukan beberapa tips ini agar aman menghadapi banjir saat berkendara di jalanan. Apa saja tipsnya? Berikut ini beberapa tips yang akan Guru Otomotif ulas.


Gunakan Gigi Terendah dan Setengah Kopling

Supaya kendaraan baik motor atau mobil tidak mati ketika menerjang banjir, maka sebaiknya gunakan gigi transmisi terendah, bagi mobil maka ini khusus untuk mobil manual. Sedangkan bagi mobil matic, gunakan juga gigi paling rendah yaitu pada posisi 1 atau L supaya putaran mesin matic lebih stabil. Kenapa harus menggunakan gigi paling rendah? Hal ini untuk meminimalkan genangan air masuk ke dalam knalpot lalu ke mesin, atau juga masuk melalui filter udara. Selain menggunakan gigi terendah, pada mobil manual juga sambil menahan kopling setengahnya sambil menekan pedal gas hingga pada putaran 2.500 rpm. Teknik ini dirasa cukup aman untuk menerjang banjir ketika berkendara.

Jangan Menyalakan AC Ketika Melewati Banjir

Tips yang satu ini jarang diketahui banyak orang, yaitu jangan menyalakan ac (air conditioner) mobil ketika melewati banjir. Kenapa tidak boleh? Karena agar AC tidak mengurangi atau mengganggu kinerja mesin. Disamping itu, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya konsleting listrik pada sistem kelistrikan mobil.

Setelah melewati genangan banjir barulah nyalakan kembali AC. Namun pada saat menyalakan AC biasanya akan terdengar suara decit yang bersumber dari V belt karena terciprat oleh air akibat melewati genangan banjir. Dan jangan khawatir karena suara decit tadi akan hilang dengan sendirinya.

Usahakan Gunakan Jalan Tengah

Jika memungkinkan maka pilihlah jalan bagian tengah dan hindari berkendara pada posisi jalan sebelah kiri atau sebelah kanan, kenapa? Karena biasanya pada tengah jalan permukaannya lebih tinggi dari pada sebelah kiri maupun kanannya karena bentuk permukaan jalan yang cembug. Dan kenapa memilih jalan yang tengah? Hal ini untuk menghindari genangan air yang paling tinggi, dan mengambil genangan air yang paling rendah.

Namun jika kondisinya tidak memungkinkan seperti misalnya jalanan yang ramai maka gunakan jalan sesuai dengan jalurnya dan lakukan tips yang pertama dan kedua tadi sampai mobil berada pada lokasi yang berkurang banjirnya.

Gunakan Pengereman Setelah Menghadapi Banjir

Setelah melewati genangan banjir komponen-komponen pada kaki-kaki mobil akan basah jika memang banjirnya melewati bagian tersebut, termasuk juga piringan dan kampas rem akan basah dan mungkin juga kotor karena biasanya banjir atau genangan air juga membawa kotoran tanah dan kotoran lain. Karena dikhawatirkan rem tidak pakem karena basah akibat kebanjiran, maka sebaiknya setelah melewati jalanan yang bajir segeralah mengoperasikan rem atau lakukan pengereman dua kali atau lebih secara lembut. Agar kampas rem dapat kering sehingga bisa berfungsi dengan baik. Sehingga ketika rem benar-benar dibutuhkan kondisinya sudah kering dan tidak basah lagi.

Adakah dari sobat yang mau menambahkan tips menghadapi banjir berdasarkan pengalaman dari sobat sendiri ketika melewati banjir? Yuk berbagi di mari. Demikianlah beberapa tips agar aman hadapi banjir saat berkendara di jalanan yang bisa Guru Otomotif ulas, semoga tips ini bermanfaat. Salam Otomotif!

Label: