Tegangan Baterai Motor Mempengaruhi Sistem Pengapian, Seperti Apa Pengaruhnya?

Ada beberapa sumber tegangan tinggi pada sepeda motor untuk memenuhi tegangan pada sistem pengapian, salah satu sumber tegangan pada sepeda motor tersebut adalah baterai. Sebetulnya baterai motor adalah sumber tegangan alternatif untuk sistem kelistrikan utama. Sistem kelistrikan utama ini terdapat di mesin-mesin yang memiliki sistem kelistrikan dimana baterainya menjadi sumber tegangan yang dengan kata lain mesin tidak akan bisa dihidupkan tanpa baterai. Dan hampir semua baterai menyediakan arus listrik bertegangan rendah yaitu 12 volt untuk sistem pengapian. Dan selama baterai dan rangkaian serta komponen sistem pengapian dalam kondisi yang baik, maka sumber tegangan baterai akan terhindar dari masalah dalam menghidupkan mesin. Tegangan yang ada pada baterai ternyata dapat mempengaruhi sistem kelistrikan, dan seperti apa pengaruhnya Guru Otomotif akan bahas di artikel ini.

Namun sebelum kita membahas bagaimana pengaruh dari tegangan baterai terhadap sistem pengapian, kita terlebih dahulu berkenalan dengan pengapian baterai itu seperti apa. Baterai menghasilkan arus listrik searah atau DC (Direct Current). Baterai tidak mampu menghasilkan arus listrik seperti sistem pengisian, baterai hanya mampu menyimpan arus litrik dengan melalui proses kimia. Di sepeda motor pada umumnya memakai baterai 6 volt atau baterai 12 volt.


Di dalam baterai ada sel-sel yang jumlahnya tergantung pada kapasitas baterai, pada baterai dengan kapasitas 6 volt ada tiga buah sel-sel baterai, sedangkan pada baterai 12 volt ada enam buah sel-sel baterai yang dirangkai secara seri. Masing-masing sel dihasilkan tegangan 2,1 volt. Pada setiap sel terdapat dua buah pelat, yaitu pelat negatif dan pelat positif yang bahannya terbuat dari timbal atau timah hitam. Pelat-pelat itu dipasangkan bersebalahan namun ada separator atau pemisah diantara kedua pelat. Lebih lanjut terkait dengan baterai dan proses yang terjadi pada baterai kita akan bahas pada artikel tersendiri.

Baca Juga: Sistem Penerangan Lampu Kepala Sepeda Motor

Pada semua sepeda motor bermesin bensin pasti membutuhkan sistem pengapian dimana sistem pengapian tersebut membutuhkan sumber tegangan, yang salah satunya adalah baterai tadi. Baterai menjadi sumber api utama pada sistem pengapian karena dari tegangan baterai lah kemudian timbul percikan bunga api pada busi. Kekuatan baterai dinyatakan dengan tegangan atau volt, yang berarti bahwa kekuatan baterai sebagai sumber api busi ini tergantung pada besar tegangannya. Sementara itu tegangan pada baterai juga terkadang rendah seperti misalnya karena baterai kehabisan elektrolit atau cairan pada baterai. Tegangan yang rendah pada baterai akan berdampak pada sistem pengapian.

Ada ilustrasi untuk lebih memahami pengaruh dari tegangan baterai ini, ketika kita mengamati tegangan jaringan listrik rumah. Saat malam hari misalnya, biasanya konsumsi listrik besar, dan seandainya kita menyalakan lampu-lampu, tv, kulkas, pompa air, dan setrika secara bersama-sama kemungkinan jaringan listrik akan putus padahal di siang hari tidak ada masalah. Hal ini menandakan bahwa tegangan listrik pada rumah turun dari nilai yang semestinya. Karena tegangan listrik PLN pada malam hari turun sebagai akibat banyaknya masyarakat yang memakai perangkat listrik dibandingkan pada siang hari.

Baca Juga: Ini Penyebab Motor Knocking atau Detonasi

Begitupun dengan baterai, tegangan baterai mempengaruhi tegangan tinggi yang terinduksi pada koil pengapian. Oleh karena itu jika baterai lemah maka koil yang pada sistem pengapian tidak akan mampu menghasilkan kemagnetan yang kuat untuk menghasilkan tegangan tinggi. akibatnya percikan bunga api pada baterai pun menjadi lemah. Dan jika bunga api pada baterai lemah maka pembakaran campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak sempurna. Apalagi jika baterai atau aki dalam kondisi mati, hal ini sering disepelekan pemilik motor. Karena jika motor tersebut menggunakan baterai untuk sumber tegangan tingginya maka otomatis busi tidak akan mendapatkan tegangan tinggi seperti yang dibutuhkan pada keadaan baterai normal.

Jadi kesimpulannya, tegangan baterai motor mempengaruhi sistem pengapian dalam hal suplai tegangan tinggi untuk busi. Yang selanjutnya berdampak pada kualitas pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang silinder. demikianlah artikel tentang tegangan baterai motor mempengaruhi sistem pengapian, seperti apa pengaruhnya?, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang otomotif. Salam Otomotif!

Label: