Pilih Mana, Menjadi Guru Otomotif Atau Kerja di Industri Otomotif?

Setelah selesai sekolah di SMK jurusaan Otomoif, lalu melanjutkan study ke jenjang perguruan tinggi dengan jurusan otomotif atau mesin, kemudian lulus. Setelah itu muncul pertanyaan besar antara bekerja menjadi guru otomotif atau bekerja sebagai mekanik otomotif, pilih yang mana?. Mungkin pertanyaan yang sama adalah pilih mana antara bekerja di dunia pendidikan (menjadi guru SMK) atau bekerja di industri otomotif (entah apapun posisinya).


Artikel ini hanya untuk sharing-sharing saja, karena admin di sini juga belum pernah bekerja di dunia industri, hanya pernah magang saja di industri otomotif terkenal di negeri ini. Namun admin sering berdiskusi kepada orang yang bekerja di industri tentang pekerjaan-pekerjaan maupun suasana bekerja di industri otomotif, jadi itu yang menjadi bahan dalam artikel ini.

Ada beberapa poin yang dapat kita jadikan patokan tentang pilihan menjadi guru otomotif atau bekerja di dunia pendidikan dengan bekerja di dunia industri. Keduanya dapat kita bandingkan berdasarkan beberapa point, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

Pendapatan Atau Gaji

Yang pertama adalah pendapatan atau gaji yang diperoleh, bekerja di dunia industri memang gajinya lebih besar jika dibandingkan dengan bekerja menjadi guru (dengan catatan belum PNS). Jika kedua orang sama-sama lulus ditahun yang sama, lalu orang pertama bekerja menjadi guru sedangkan orang kedua bekerja di industri otomotif, maka tentu orang yang bekerja di industri otomotif lebih banyak gajinya. Hanya saja jika tempat bekerjanya yang di industri berlokasi di kota besar semisal Jakarta, maka biaya hidup juga mahal dan mungkin akan sama saja, hal ini juga terjadi pada teman yang bekerja di sana. Gaji tinggi sebanding dengan biaya hidup yang tinggi.

Adapun guru, walaupun gaji guru honorer tidak sebanyak di industri, namun saat ini tunjangan guru juga semakin banyak, ada tunjangan profesi dari daerah, ada sertifikasi dan belum lagi jika sudah diangkat menjadi PNS. Di awal-awal mungkin iya pendapatannya lebih sedikit. Namun ada hal lain lagi yang menjadi faktor kenapa di industri gajinya lebih besar.

Beban Kerja

Di industri beban kerjanya mungkin lebih besar dibandingkan di sekolah. walaupun jika dihitung menggunakan jam maka bisa saja kerja di dunia pendidikan atau sekolah sama dengan jam bekerja di industri, namun jika dilihat di dunia pendidikan atau menjadi guru lebih santai atau tidak seberat bekerja di industri. Dimana bekerja di industri terdapat banyak tekanan dan target-target yang harus dikejar agar tercapai. Sementara menjadi guru juga ada tekanan namun tidak seberat di industri. Selain itu resiko kecelakaan kerja ketika bekerja di industri pun lebih besar dari pada bekerja menjadi guru.

Tunjangan Atau Fasilitas

Tunjangan yang diberikan pada dunia industri mungkin lebih lengkap, karena biasanya ada asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan sebagainya. Hal ini berbeda pada dunia pendidikan, memang ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi guru-guru maupun karyawannya secara kolektif.

Kemudian dari fasilitas yang diperoleh, di industri lebih lengkap fasilitasnya termasuk kesehatan karena biasanya ada klinik industri, fasilitas yang lain mungkin berupa makanan ringan dan susu bisa diperoleh di industri, namun di beberapa sekolah juga ada yang demikian.

Iklim Atau Suasana Kerja

Bekerja di industri otomotif suasana kerjanya fokus dan serius, dipenuhi dengan deadline yang harus terlaksana. Hal ini berbeda dengan suasana kerja di dunia pendidikan yang lebih santai, deadline mungkin hanya sekedar administrasi guru, mengevaluasi siswa.

Itulah beberapa perbandingan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menjadi guru otomotif atau mekanik otomotif. Keduanya sama-sama memiliki nilai lebih asalkan kita bekerja dengan nyaman dan menikmati pekerjaan tersebut. Tidak ada yang lebih istimewa dari keduanya karena keduanya yakni menjadi guru maupun menjadi mekanik atau bekerja di industri sama-sama istimewa. Yang terpenting adalah dimanapun kita bekerja, lakukan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya. Adakah dari sobat-sobat mau menambahkan atau berbagi pengalamannya bekerja di industri maupun bekerja sebagai guru? Yuuk sharing-sharing di kolom komentar di bawah ini.
Jika Anda menginginkan artikel ini untuk tugas sekolah atau lainnya, silahkan hubungi admin Guru Otomotif dengan mengirimkan email [Muryo Setyo].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pilih Mana, Menjadi Guru Otomotif Atau Kerja di Industri Otomotif?"

Poskan Komentar