Perilaku Pengendara yang Menyebabkan Motor Menjadi Boros

Setiap pengendara atau siapapun yang memiliki motor tentu menginginkan agar motornya tidak boros alias irit, karena motor yang irit tentu akan menghemat pengeluaran uang tentunya. Namun keinginan memiliki motor yang irit justru bertolak belakang dengan perilaku sebagian pengendara hingga mereka tidak sadar justru membuat motornya menjadi boros.

Setiap motor sebenarnya bisa dibuat irit, maksud irit disini tentu tidak bisa disama ratakan untuk setiap motor, karena masing-masing motor memiliki spesifikasi mesin yang berbeda, berdasarkan kapasitas cc maupun teknologi yang digunakan seperti menggunakan karburator atau menggunakan sistem EFI (electronic fuel injection) sehingga kita tidak bisa membandingkan keiritan motor antara motor karburator dengan motor efi karena jelas mesin efi (seharusnya) lebih irit bahan bakar dari pada mesin karburator. Jadi jika kita hendak membandingkan hemat atau iritnya motor seharusnya dalam satu jenis motor semisal motor karburator dengan motor karburator pada cc mesin yang sama, atau motor injeksi dengan motor injeksi pada cc mesin yang sama. Namun di artikel ini Guru Otomotif tidak membahas tentang perbandingan hematnya bahan bakar, tapi membahas tentang penyebab-penyebab motor menjadi boros khususnya yang disebabkan oleh perilaku dari pengendara.


Penyebab-Penyebab Motor Boros yang disebabkan Perilaku Pengendara

Ada banyak sekali penyebab motor menjadi boros, boros di sini berarti pemakaian bahan bakarnya tidak optimal, dan beberapa penyebab motor menjadi boros adalah disebabkan karena perilaku pengendara atau perilaku dalam berendara. Seperti misalnya terlalu banyak mengerem, terlalu banyak akselerasi yang tidak perlu, suka membleyer gas motor atau ngegas motor sambil direm, malas servis, selalu membuka sistem chooke dan penyebab lain. Masing-masing dari penyebab tersebut akan kita bahas satu persatu. Inilah penjelasan dari masing-masing penyebab motor boros yang disebabkan perilaku pengendara:

Terlalu Banyak Mengerem

perilaku ini sering dilakukan pengendara mungkin di daerah perkotaan, kenapa terlalu banyak mengerem motor menyebabkan kendaraaan menjadi boros? Karena mengerem sebenarnya adalah kegiatan mengubah energi gerak pada motor menjadi energi panas pada rem untuk menghambat laju motor, sehingga kita kehilangan energi gerak. Seandainya kita terlalu banyak mengerem maka berarti ada banyak energi gerak yang diubah menjadi energi panas. Selain kita mengalami kerugian gerak tentu aktifitas terlalu banyak mengerem juga menyebabkan kampas rem menjadi cepat aus. Perilaku terlalu banyak mengerem bisa dihindari dengan cara mengubah perilaku dalam berkendara. Dan perilaku ini berhubungan dengan perilaku terlalu banyak akselerasi yang tidak perlu. Ketika kita berkendara di jalanan perkotaan yang ramai kita sering banyak mengerem akibat banyaknya lampu lalu lintas, belum lagi kemacetan, maka sebaiknya jangan terlalu banyak akselerasi kalau ujung-ujungnya harus mengerem lagi. Lebih baik santai dan sebisa mungkin menghindari akselerasi yang tidak perlu karena ujung-ujungnya mengerem juga.

Terlalu Banyak Akselerasi yang Tidak Perlu

Perilaku kedua yang juga sering membuat motor menjadi boros adalah terlalu banyak akselerasi yang tidak perlu, jika jalanan sepi mungkin akselerasi tidak menjadi masalah. Namun jika berkendara di jalanan perkotaan yang ramai dan banyak lampu lalu lintas disetiap persimpangan jalan, maka akselerasi motor sekencang apapun akan berakhir dengan pengereman sehingga sia-sialah akselerasi yang kita lakukan. Padahal jika kita melakukan akselerasi, maka suplai bahan bakar ke karburator maupun ke injeksi akan diperbanyak akibat kita menarik tuas gas secara mendadak (akselerasi). Oleh karena itu sebaiknya hindari perilaku dalam berkendara dengan melakukan banyak akselerasi tidak perlu seperti ini. Memang jika kita terburu-buru maka tidak ada pilihan lain untuk melakukan banyak akselerasi walaupun kemudian di rem lagi, namun cobalah bandingkan ketika sobat melakukan banyak akselerasi di kota yang kemudian banyak mengerem dengan berkendara secara santai dan menghindari akselerasi yang tidak perlu. Pasti ada perbedaan dalam hal konsumsi bahan bakar.

Membleyer Gas Motor (Gas Motor Sambil di Rem)

Perilaku membleyer gas motor mungkin paling banyak dilakukan oleh anak muda, entah dengan tujuan hanya sekedar kekinian atau gaya-gayaan. Padahal membleyer gas di jalanan (yakni menarik gas berulang-ulang sambil menekan rem) akan menyebabkan motor menjadi boros. Karena tenaga yang dihasilkan oleh mesin langsung disalurkan menjadi energi panas pada rem (karena rem ditekan). Sedangkan ketika menarik gas ini maka bahan bakar yang disuplai ke dalam ruang bakar pun bertambah, karena hal ini sama dengan ketika akselerasi. Pengendara pada umumnya menikmati suara knalpot yang ditimbulkan dari perilaku membleyer gas ini. 

Selalu Membuka Sistem Chooke

Perilaku berikutnya yang menyebabkan motor menjadi boros adalah selalu membuka sistem chooke. Sistem chooke pada karburator berfungsi untuk menambah suplai bahan bakar agar tenaga yang dihasilkan menjadi lebih besar atau agar terpenuhi campuran gemuk. Sistem chooke biasanya dibutuhkan hanya apabila kita berkendara di pagi hari atau ketika kita memanaskan motor di pagi hari. Karena kondisi yang dingin dan motor belum mencapai suhu kerja, maka kita membuka sistem chooke agar mendapatkan campuran yang kaya, yaitu campuran dimana jumlah bahan bakar lebih banyak.

Namun yang menjadi masalah adalah ketika sistem chooke itu lupa dan kita buka terus, memang tenaga yang dihasilkan akan lebih besar, namun konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih boros. Dan oleh karena itu bukalah sistem chooke (biasanya tuasnya ada di bawah stang motor sebelah kiri) hanya di pagi hari saja ketika hendak memanaskan sepeda motor. setelah itu matikan sistem chooke dengan menarik tuas chooke ke arah kanan.

Malas Servis

Perilaku selanjutnya adalah malas servis, hal ini juga dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi boros. Karena komponen-komponen pada karburator semakin kotor, filter udara juga kotor yang kemudian menyebabkan kualitas udara yang masuk ke karburator atau ke ruang mesin menjadi jelek dan pembakaran menjadi tidak optimal. Ditambah lagi dengan kondisi komponen pada karburator yang kotor, sehingga tenaga yang dihasilkan akan berkurang dan memaksa kita untuk menarik tuas gas lebih dalam lagi akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Maka jangan malas untuk menserviskan motor ke bengkel, atau servis sendiri jika sobat bisa melakukannya, jangan lupa untuk membersihkan komponen-komponen pada karburator dan filter udara dengan udara bertekanan (misalnya memakai kompressor angin). Dengan begitu kondisi mesin motor akan bugar dan dapat bekerja dengan optimal.

Itulah beberapa perilaku pengendara yang menyebabkan motor menjadi boros, jika kita sadar akan perilaku berkendara yang baik, yang sabar dan tidak grusa-grusu (dalam bahasa jawa) maka kita bisa menghemat bahan bakar. Demikianlah semoga artikel ini bermanfaat. Yuk dishare agar orang lain mendapatkan manfaatnya juga. Salam Otomotif!

Label: