Indikator-Indikator Ban Luar Harus diganti dan Alasan Kenapa Ban Luar Harus diganti

Kenapa kita perlu memeriksa ban? Kenapa perlu mengetahui indikator-indikator bahwa ban harus diganti? Karena ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan dan ban juga memiliki batas pemakaian. Ban yang sudah dalam kondisi jelek jika dipaksakan untuk dipakai apalagi untuk perjalanan jarak jauh maka akan berpotensi menghambat perjalanan, masih mending jika sekedar bocor atau kempes. Namun jika ban yang sudah dalam kondisi jelek tersebut justru menyebabkan kecelakaan? Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan. Oleh karena itu memeriksa ban luar merupakan salah satu faktor yang harus dilakukan ketika kita akan melakukan perjalanan, baik dekat ataupun jauh. Berikut ini Guru Otomotif akan bahas apa saja indikator ban harus diganti.



Berapa Batas Pemakaian Ban Luar?

Ban luar memiliki batas pemakaian, dan batas pemakaian tersebut dilihat berdasarka indikator keausan ban (Tread Wear Indicator atau TWI). Indikator keausan ban adalah berupa tonjolan yang berada di dalam tread yang jumlahnya ada empat sampai dengan enam di sekeliling ban. Sedangkan tingginya 1,6 mm sampai dengan 1,8 mm dari dasar tread. Jika keausan tread sudah mencapai indikator, ini menunjukkan batas keausan ban dan disaat inilah ban harus diganti. Kenapa ban harus diganti saat keausannya telah mencapai TWI? Berikut alasannya:


Efek Hydroplanning

Hydroplanning adalah genangan air yang ada di permukaan jalan dan menyebabkan adanya penyekat antara ban dengan permukaan jalan, sehingga mengurangi daya cengkeram ban pada jalan. Untuk itulah jika ban yang keausannya sudah mencapai TWI harus diganti supaya tidak terkena efek hydroplanning ini. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya efek hydroplanning dan dampaknya apakah aman atau berbahaya, kita lihat pada tabel berikut ini:

Faktor Hydroplanning
Aman
Bahaya
Kecepatan
Rendah
Tinggi
Tekanan Angin Ban
Tinggi
Rendah
Alur Tapak Ban
Ada Alur
Gundul

Dalam kondisi yang baik, ban seharusnya dapat mengalirkan air minimal 4 sampai dengan 5 liter perdetiknya ketika kendaraan berkecepatan 60 km/jam. Dan jika ketentuan itu tidak dipenuhi maka ada kemungkinan terjadinya masalah pada ban, diantaranya:
  1. Terjadi peningkatan permukaan air di depan ban.
  2. Jika kecepatan kendaraan naik maka ban atau kendaraan akan berjalan di atas air (terjadi efek hydroplane atau aquaplane).
  3. Daya cengkeram ban ke permukaan jalan menjadi berkurang, maka kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik dan ada resiko slip serta mengurangi kemampuan pengereman.

Karena itulah alur tapak ban sudah dirancang dengan baik agar dapat membuang atau mengalirkan air dengan baik, hal ini agar terjadi kontak area antara permukaan jalan dengan telapak ban. Faktor yang mempengaruhi pembuangan air:

Sekarang sudah mengerti kan kenapa ban harus diganti jika keausan ban telah melebihi TWI, salah satunya agar tidak terkena efek hidroplane atau aquaplane. Demikianlah artikel tentang indikator-indikator ban luar harus diganti dan alasan kenapa ban luar harus diganti, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita akan otomotif. 

Label: