Fungsi dan Syarat Sistem Injeksi Bahan Bakar Diesel

Sistem injeksi bahan bakar diesel adalah sistem yang paling penting pada mesin diesel dari pada sistem-sistem yang lain. Kenapa? Karena jika sistem injeksi bahan bakarnya baik dan juga tepat maka akan dihasilkan tenaga mesin yang optimal, begitupula sebaliknya jika sistem injeksi bahan bakar diesel kurang baik atau kurang tepat maka bisa menyebabkan tenaga mesin menjadi kurang optimal dan bahkan mesin diesel bisa saja tidak dapat dijalankan. Karena banyak yang mengatakan bahwa sistem injeksi bahan bakar adalah jantungnya mesin diesel. Dan selama admin kuliah di jurusan Otomotif ketika mata kuliah sistem bahan bakar diesel, hal yang paling sulit dalam menghidupkan mesin diesel adalah karena sistem injeksinya yang sering kemasukan udara sehingga penginjeksiannya lemah.


Sistem injeksi bahan bakar diesel sendiri meliputi rangkaian komponen-komponen pada mesin diesel yang berkaitan dengan bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar diesel berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar, menyaringnya dari kotoran dan memompakan bahan bakar sampai bahan bakar tersebut diinjeksikan ke dalam ruang pembakaran silinder mesin untuk selanjutnya dibakar dan menghasilkan tenaga pembakaran.

Fungsi Sistem Injeksi Bahan Bakar

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan beberapa fungsi dari sistem bahan bakar injeksi mesin diesel, diantaranya adalah:
Syarat Sistem Injeksi Bahan Bakar Mesin Diesel

Sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel harus memenuhi beberapa syarat agar kerjanya dapat optimal, syarat-syarat tersebut diantaranya:
  1. Menyuplai bahan bakar dalam jumlah tertentu. Sistem injeksi bahan bakar diesel harus dapat menyuplai bahan bakar setiap saat dengan jumlah tertentu ke dalam tiap-tiap (semua) silinder mesin diesel.
  2. Menepatkan Timing Atau Saat Penginjeksian. Bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar tersebut harus tepat waktunya sehingga mesin diesel mampu menghasilkan tenaga yang maksimal. Jika penginjeksian atau penyemprotan bahan bakar terlalu cepat atau terlalu lambat dapat menyebabkan kerugian tenaga yang dihasilkan sehingga tenaga atau kerja mesin tidak optimal.
  3. Mengendalikan Kecepatan Pengiriman Bahan BakarMesin diesel dapat bekerja secara halus di setiap silindernya tergantung dari lama waktu yang dibutuhkan untuk menginjeksikan bahan bakar. Kecepatan putaran mesin yang lebih tinggi harus dicapai dengan pemasukan bahan bakar yang lebih cepat juga.
  4. Mengabutkan Bahan Bakar. Bahan bakar tidak hanya disuplai saja, namun bahan bakar harus mampu dikabutkan salama proses penginjeksian. Hal ini agar bahan bakar dapat tercampur dengan udara dan menjadi campuran yang homogen sehingga partikel-partikel tersebut dapat terbakar dengan baik.  Jika bahan bakar tidak dikabutkan maka saat pembakaran juga menjadi bermasalah karena bisa terjadi pembakaran yang terlambat. Padahal campuran bahan bakar dan udara harus dibakar pada saat yang tepat.

Demikianlah artikel tentang fungsi dan syarat sistem injeksi bahan bakar diesel, kunjungi terus Guru Otomotif yak untuk belajar teknik otomotif secara online. Demikianlah semoga artikel ini bermanfaat. Salam Otomotif!

Label: