Cara Mudah Memeriksa Kondisi Baterai atau Aki Secara Visual

Baterai atau aki atau accu adalah komponen yang berfungsi untuk menyediakan suplai arus listrik bagi komponen-komponen pada kendaraan yang membutuhkan arus listrik, seperti sistem penerangan, sistem pengapian, sistem starter dan lain-lain. Namun baterai tidak dapat menghasilkan arus listrik, baterai hanya menyimpan arus listrik dalam bentuk reaksi kimia.


Baterai juga perlu diperiksa secara rutin, cara memeriksa kondisi baterai atau aki sangat mudah dan bisa kita lakukan dengan tiga hal pemeriksaan, yaitu memeriksa kondisi visual baterai, memeriksa kondisi elektrolit dan kebocoran baterai, yang terakhir adalah pengujian beban baterai. Namun yang kita bahas pada artikel ini adalah cara memeriksa kondisi baterai atau aki secara visual. Dan cara ini adalah cara yang paling mudah dilakukan karena hanya menggunakan visual atau penglihatan mata. Dalam memeriksa kondisi visual baterai ada beberapa macam yaitu:

Memeriksa kotak baterai

Kotak baterai perlu diperiksa secara visual karena seing mengalami kerusakan juga. Beberapa kerusakan pada kotak baterai yaitu seperti kotak retak karena benturan, mengembang karena overcharging (mirip dengan baterai hp yang mengembang ketika sering overcharging), dan kotak bocor karena retak.

Memeriksa sel-sel baterai

Sel baterai juga bisa mengalami kerusakan, dan biasanya kerusakan yang terjadi pada sel baterai adalah sel rontok karena getaran, sel mengembang karena overcharging, dan kualitasnya yang menurun karena umur pemakaian baterai.

Terminal baterai dan konektor kabel

Komponen ini adalah bagian baterai yang juga sering mengalami kerusakan, terminal baterai dan konektor kabel biasanya rusak berupa korosi karena uap elektrolit baterai atau panas akibat konektor kendor dan kotor.

Jumlah elektrolit

Jika pengisian baterai berlebih atau over charging maka elektrolit akan berkurang karena adanya penguapan yang berlebih. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan denggan sangat mudah karena kita bagian kotak baterai biasanya tembus pandang dan kita dapat melihat jumlah elektrolit, lalu sesuaikan dengan garis batas upper dan lower pada bodi atau kotak baterai tersebut. Jika elektrolit baterai di bawah lower maka elektrolit perlu ditambah.

Kabel baterai

Pemeriksaan kabel baterai juga perlu dilakukan secara periodik, kabel baterai biasanya dialiri arus yang sangat besar. Ketika mesin kendaraan distarter maka arus yang besar akan melewat kabel baterai, arus tersebut antara 250 ampere sampai 500 ampere tergantung pada daya motor starter yang digunakan, maka dengan arus yang sebesar itu yang melewati kabel baterai akan membuat kabel menjadi panas. Panas di kabel baterai akan menyebabkan elasitas kabel menjadi lemah, isolator menjadi mudah pecah dan terkupas, terlebih jika isolator tersebut berada dekat dengan terminal baterai.

Baca Juga: 6 Hal yang Menjadi Penyebab Baterai Cepat Tekor

Pemegang baterai

Fungsi dari pemegang baterai adalah untuk memegang baterai atau mengikat baterai secara kuat agar tidak terjadi goncangan pada baterai agar umur pemakaia baterai bertambah. Troubel atau gangguan yang sering terjadi pada pemegang baterai yaitu pemegang baterai kendor karena mur pengikat yang berkarat, dan oleh karena itu setiap memeriksa komponen pemegang baterai ini sebaiknya oleskan vaseline atau oli gemuk pada mur pemegang baterai agar terhindar dari karat.

Demikianlah beberapa cara mudah memeriksa kondisi baterai atau aki secara visual, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dipraktekkan sendiri. Salam Otomotif!
Jika Anda menginginkan artikel ini untuk tugas sekolah atau lainnya, silahkan hubungi admin Guru Otomotif dengan mengirimkan email [Muryo Setyo].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mudah Memeriksa Kondisi Baterai atau Aki Secara Visual"

Poskan Komentar