Cara Menyetel Celah Platina yang Tepat

Platina adalah salah satu komponen yang ada di sistem pengapian dan berfungsi untuk memutus atau menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer pada koil pengapian. Fungsi platina sangat penting karena tanpa platina (bagi sistem pengapian konvensional) maka tidak ada tegangan tinggi yang dibutuhkan oleh busi guna menghasilkan loncatan bunga api. Mengapa? Karena dari kontak platina inilah dihasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder sebesar 10.000 volt (10 kilo volt) atau lebih, yakni ketika arus listrik yang mengalir pada kumparan primer koil secara tiba-tiba diputuskan oleh platina yang kemudian dibangkitkan tegangan tinggi pada kumparan sekundernya, melalui sebuah proses induksi diri.


Untuk Apa Platina di Setel?

Lalu muncul pertanyaan untuk apa platina disetel? Apakah platina perlu disetel? Apa yang disetel dari platina? Bagaiamana cara menyetel platina? Dan berbagai pertanyaan lain seputar penyetelan platina. Untuk menjawab rasa penasaran itu, mari simak baik-baik artikel yang Guru Otomotif bahas ini. Baik lah kita akan coba bahas satu persatu.

Penyetelan pada platina adalah penyetelan sudut dwell, apa itu sudut dwell? Sudut dwell adalah waktu lamanya celah platina dalam posisi menutup, yaitu ketika platina mulai menutup (akhir tonjolan cam) sampai platina mulai membuka pada tonjolan berikutnya (awal tonjolan cam berikutnya), untuk lebih memudahkan dalam memahami silahkan lihat gambar berikut ini. Itulah yang disebut dengan sudut dwell.

Sudut dwell harus disetel karena ini berkaitan dengan timing pengapian. Loh kok bisa? Iya karena seperti penjelasan di awal, bahwa tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil adalah akibat dari pemutusan aliran arus listrik pada kumparan primer koil yang dilakukan oleh platina. Ketika pemutusan arus listrik di kumparan primer tersebut terlambat dari waktu yang ditentukan maka otomatis munculnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil juga terlambat, dengan kata lain suplai tegangan tinggi ke busi juga terlambat, dengan kata lain lagi busi akan memercikkan bunga apinya juga terlambat, ini artinya pengapian menjadi terlambat. Sehingga timing pengapian pada sistem pengapian konvensional platina ini ditentukan oleh mekanisme pada platina.

Cara Menyetel Celah Platina

Timing pengapian harus tepat yang ditunjukkan dengan besarnya sudut dwell yang tepat, jika sudut dwell terlalu besar berarti waktu membukanya platina menjadi terlambat atau singkat (kecil), sebaliknya jika sudut dwell terlalu kecil berarti platina membuka terlalu lama atau besar. Jika bingung silahkan lihat kembali gambar nok platina di atas. 

Cara menyetel celah platina adalah sebagai berikut, dan ini berlaku juga untuk platina sepeda motor.


Untuk mengetahui timing ignition atau saat pengapian salah satunya adalah dengan menggunakan timing light, pembahasan terkait ini akan Guru Otomotif bahas di artikel selanjutnya. Demikian semoga artikel tentang cara menyetel celah platina yang tepat bermanfaat. Salam Otomotif!

Label: