Bedanya Sudut Dwell dan Sudut Pengapian Serta Dampak Jika Sudut Dwell Tidak Tepat

Ketika kita mempelajari sistem pengapian konvensional, ada yang namanya sudut dwell dan sudut pengapian. Keduanya selalu berhubungan dengan platina yang terdapat pada sistem pengapian konvensional. Sistem pengapian konvensional dengan platina ini banyak dipakai pada mobil-mobil lama, meski begitu mempelajari sistem pengapian konvensional atau platina sangat perlu mengingat mobil yang beredar di jalanan indonesia masih banyak yang menggunakan model pengapian konvensional. Baik langsung saja kita bahas apa perbedaan antara sudut dwell dan sudut pengapian, serta bagaimana dampak yang ditimbulkan jika sudut dwell tidak tepat atau tidak sesuai dengan standar pabrik.

Namun sebelumnya, untuk memudahkan dalam memahami pengertian dari sudut dwell dan sudut pengapian, perhatikan terlebih dahulu gambar konstruksi platina di bawah ini. Terkait cara kerja dari platina, sobat dapat membaca artikel Guru Otomotif yang berjudul komponen dan cara kerja platina serta fungsinya.

Pengertian Sudut Dwell

Apa yang dimaksud dengan sudut dwell? Sudut dwell adalah lamanya ketika platina menutup, yang jika kita melihat konstruksi dari platina, maka sudut dwell adalah besarnya sudut putar yang dibentuk oleh cam atau nok ketika platina mulai menutup sampai dengan ketika platina mulai akan membuka pada tonjolan berikutnya. Yang saat itu adalah saat dimana platina dalam posisi menutup, sehingga sudut dwell bisa juga disebut dengan lamanya arus lisrik primer mengalir ke kumparan primer pada koil. Untuk lebih jelasnya tentang sudut dwell silahkan lihat gambar berikut ini.



Untuk menghitung besarnya sudut dwell ini dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini:

Sudut Dwell = 60% x Besarnya sudut pengapian

Contoh cara mencari atau menghitung sudut dwell akan Guru Otomotif bahas di bawah ini. Nah nilai sudut dwell ini dapat di ubah dengan cara mengubah celah pada platina. Sudut dwell akan menjadi kecil jika celah platina di perbesar (dilonggarkan), begitupun sebaliknya bahwa sudut dwell akan menjadi besar jika celah platina di perkecil (dipersempit). Untuk mengetahui besarnya sudut dwell suatu mesin maka dapat dilihat dengan alat dwell tester.

Pengertian Sudut Pengapian

Sedangkan sudut pengapian adalah sudut yang dibentuk untuk satu kali pengapian pada satu buah silinder motor. Sudut pengapian jika dilihat dari konstruksi platina, maka sudut pengapian yaitu sudut putar pada cam distributor saat platina mulai menutup hingga platina mulai menutup kembali pada tonjolan cam berikutnya. Untuk lebih memudahkan dalam memahami sudut pengapian ini silahkan lihat gambar di bawah ini yaitu yang diarsir warna merah:

Adapun rumus untuk menghitung besarnya sudut pengapian adalah sebagai berikut:
Sudut Pengapian = 360 : Jumlah silinder mesin
Misalnya untuk sepeda motor dengan jumlah silinder 2. Maka sudut pengapiannya adalah 360 : 2 yaitu 180 derajat. Artinya bahwa pada mesin sepeda motor dengan jumlah silinder 2 dalam sekali putar terjadi 2 kali pengapian setiap 180 derajat sekali.

Contoh cara menghitung sudut dwell

Misalnya pada mobil Toyo*a Ki*ang dengan jumlah silinder sebanyak 4. Maka kita dapat menghitung besarnya sudut dwell yang dibentuk dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Langkah pertama yaitu mencari atau menghitung sudut pengapian terlebih dahulu sesuai dengan rumus sudut pengapian di atas, yaitu 360 : jumlah silinder mesin, sehigga sudut pengapian untuk mobil 4 silinder adalah 360 : 4 = 90.
  2. Langkah kedua memasukkan nilai sudut pengapian ke dalam rumus sudut dwell untuk mencari sudut dwell, yaitu 60% x 90 = 54. Maka besarnya sudut dwell pada mobil Toyo*a Ki*ang adalah 54. Dan ketika kita melihat pada spesifikasi maka kita dapati bahwa besarnya sudut dwell untuk mesin Toyo*a Ki*ang adalah 52 dengan nilai toleransi 6.


Pengaruh Sudut Dwell Terlalu Besar Atau Kecil

Sudut dwell harus selalu dicek setiap melakukan tune up pada mesin, dan harus disetel agar sesuai dengan standar pabrikannnya. Karena jika sudut dwell terlalu besar atau terlalu kecil dari spesifikasi maka dapat berdampak pada mesin. Apa saja dampaknya?
  • Jika sudut dwell terlalu besar dari spesifikasi mesin akan berdampak pada mesin diantaranya percikan bunga api menjadi terlambat atau dengan kata lain pengapiannya terlambat sehingga tenaga mesin menjadi berkurang karena pembakaran yang tidak optimal, kemudian putaran mesin menjadi lebih kasar, dan tidak optimalnya fungsi kondensor, serta dampak lain yang bisa muncul akibat dari pengapian yang terlambat. Hal ini dapat sobat pelajari pada artikel tentang diagram pengapian pada mesin bensin.
  • Sementara itu jika sudut dwell terlalu kecil maka percikan bunga api pada busi menjadi kecil karena tegangan yang dihasilkan pada kumparan sekunder koil rendah. Kemudian mesin menjadi terlalu panas dan tidak maksimalnya tenaga mesin.
Itulah penjelasan tentang bedanya sudut dwell dan sudut pengapian serta dampak jika sudut dwell tidak tepat, semoga mudah dipahami. Yuuk dibagikan. Salam Otomotif!
Jika Anda menginginkan artikel ini untuk tugas sekolah atau lainnya, silahkan hubungi admin Guru Otomotif dengan mengirimkan email [Muryo Setyo].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bedanya Sudut Dwell dan Sudut Pengapian Serta Dampak Jika Sudut Dwell Tidak Tepat"

Poskan Komentar