Tips Ganti Pelek Mobil yang Baik dan Benar

Ada banyak alasan orang dalam mengganti pelek mobil, dari yang memang karena pelek tersebut harus diganti dengan sebab kerusakan, atau hanya sekedar untuk modifikasi. Jika alasan dalam mengganti pelek hanya sekedar modifikasi, maka dunia modifikasi memang tidak ada batasnya, berbagai macam jenis dan ukuran pelek tersedia di pasaran, dari yang keren sampai keren banget. Namun jangan sampai sobat salah dalam memilih pelek, kenapa? Asal pilih pelek tanpa pertimbangan justru akan membuat mobil sobat terkena dampaknya sendiri. Ngomong-ngomong soal pelek, sobat sudah tahu belum cara membaca kode ukuran pelek? kalau belum silahkan baca artikel tentang cara membaca kode ukuran ban dan pelek atau rim.


Pelek pada roda itu ibarat kaki, sementara ban adalah sepatunya. Kebanyakan orang yang admin tanya tentang pelek mobil, menjawab bahwa pelek mobil itu yang penting ukurannya besar agar kuat, padahal jika sobat mengganti pelek yang ukurannya tidak sesuai atau salah ukuran maka justru dapat membuat mobil menjadi boros dan dapat merusak kaki-kaki dan bahkan dapat memicu kecelakaan. Untuk itulah Guru Otomotif akan membagikan beberapa tips ganti pelek mobil yang baik dan benar. Setidaknya ada dua hal yang harus sobat ketahui tentang pelek mobil, ini dia..

Ukuran Pitch Centre Diameter (PCD)

Setiap pelek pasti memiliki ukuran yang dinamakan Pitch Centre Diameter atau PCD untuk acuannya. Ukuran PCD ini adalah jarak antara lubang baut satu dengan baut yang lain. Misalnya tertulis 4x100 maka artinya pelek tersebut memiliki 4 lubang baut dengan ukuran PCD sebesar 100 mm. Sedangkan untuk mobil-mobil Jepang biasanya memakai PCD 100 mm atau 112 mm dengan jumlah baut yang berbeda-beda.


Ukuran Offset Pelek

Offset pelek adalah ukuran jarak antara bagian dalam tengah pelek dengan permukaan dudukan (mounting) pada kaki mobil. Offset pelek menentukan jarak keluar atau jarak masuknya bibir pelek dari fender mobil. Dan masing-masing mobil memiliki ukuran offset yang berbeda.


Tips Ganti Pelek Mobil yang Baik dan Benar

Tips dalam mengganti pelek mobil yang baik dan benar yaitu harus melihat acuan atau standar dari pabrik, seperti yang disampaikan oleh Amar dari bengkel Modif pelek Mdm yang berlokasi di Jakarta Selatan. “Paling jika hendak mengganti (pelek), tidak boleh terlalu jauh dari acuan pabrik dan maksimal dua tingkat atau dua turun. Jika lebih dari oti maka justru akan menggerus dinding fender atau ban,” Jelasnya seperti yang dikutip di Merdeka. Sehingga jika sobat hendak mengganti pelek mobil sebaiknya ketahui terlebih dahulu ukuran PCD dan ukuran offsetnya.

Di pasaran pelek, biasanya ada dua jenis pilihan pelek, yaitu pelek dengan bentuk satu bagian (one piece) dan pelek dengan bentuk tiga bagian (three pieces). Pelek satu bagan (one piece)  biasanya lebih tahan lama, kenapa? Karena dibuat dalam bentuk yang utuh dan bobotnya juga relatif lebih berat dan juga memiliki motif yang cenderung terbatas.

Sedangkan pelek tiga bagian (three pieces) memiliki kelebihan yaitu tersedianya komponen pengganti. Sehingga jika salah satu bagian pelek rusak maka bisa diganti dengan yang baru tanpa harus ganti semua. Kelebihan lainnya yaitu adanya desain yang beragam dan ringan. Namun jika dibandingkan dengan pelek satu bagian tadi, pelek tiga bagian ini kekuarannya tidak sebanding.


Jika sobat hendak mengganti pelek dengan mempertimbangkan desain, maka pelek merek Jerman bisa menjadi pilihan karena desainnya beragam mulai dari yang bergaya sporty, off road, elegan dan tribal. Warna juga ada banyak pilihan seperti silver, hitam, gold dan juga krom. Itulah beberapa tips ganti pelek mobil yang baik dan benar, yuk dishare dan berikan tanggapanmu. Salam Otomotif
Jika Anda menginginkan artikel ini untuk tugas sekolah atau lainnya, silahkan hubungi admin Guru Otomotif dengan mengirimkan email [Muryo Setyo].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Ganti Pelek Mobil yang Baik dan Benar"

Poskan Komentar