Inilah Cara Kerja Klakson Elektrik dan Sejarah Klakson

Klakson elektrik banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan khususnya sepeda motor, klakson elektrik ini bermacam-macam bentuknya, ada yang berbentuk seperti pusaran, ada yang bentuknya datar dan lain-lain. Di artikel ini Guru Otomotif akan membahas bagaimana cara kerja dari klakson listrik dan sejarahnya, meneruskan artikel sebelumnya tentang cara kerja klakson listrik dan klakson angin pada kendaraan.

Prinsip kerja klakson listrik adalah memakai alat pemutus listrik yang kerjanya berdasarkan pada perubahan gerakan kumparan yang kemudian menyebabkan diafragma menjadi bergetar dan dari getaran itu menghasilkan suara.


Fungsi klakson sebenarnya adalah untuk saling berkomunikasi antar pengendara atau antar pengguna jalan, sebagaimana lampu sein atau lampu tanda belok, klakson juga memberikan tanda kepada pengguna jalan yang lain untuk berhati-hati atau mengingatkan akan keberadaan kendaraannya sehingga mencegah adanya kecelakaan jika seandainya pengenda lain tidak diperingatkan. Bahkan tidak hanya kendaraan seperti sepeda motor dan roda empat saja yang menggunakan klakson, kendaraan angkutan lain pun seperti kereta atau kapal juga memiliki klakson tersendiri yang fungsinya dasarnya sama, yaitu untuk memperingati orang lain.

Asal-Usul Klakson

Klakson juga memiliki asal-usul alias sejarah, namun waktu kapan pertama kali klakson dibuat belum diketahui, hanya saja klakson di aplikasikan atau dipasang pada sebuah mobil untuk yang pertama kalinya sekitar tahun 1908, mobil pertama yang dipasangi klakson itu adalah mobil pribadi yang telah memiliki arus listrik dengan sumbernya adalah dari baterai jenis sel kering dengan kekuatan hanya 6 volt. Kemudian pada tahun 1911 klakson sudah diterapkan atau dipasang pada mobil yang menggunakan baterai yang dapat diisi ulang.

Menurut sejarah, klakson ditemukan oleh Miler Reese Hutchiston yang merupakan kerabat dari Thomas Edison sang penemu lampu. Nama Klakson berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Klazo yang mempunyai arti “menjerit”. Hal ini sangat sesuai dengan sifat klakson yang seolah-olah seperti menjerit karena kerasnya. Sementara itu sebutan klakson saat ini berbeda-beda pada tiap daerah atau negara, misalya di Negara Romania dan Belgia yang menyebut klakson dengan nama Claxon, sementara di negara kita sendiri disebut klakson dan ada juga yang menyebutnya dengan sebutan “bel”.

Peraturan Penggunaan Klakson

Penggunaan klakson juga diatur oleh peraturan oleh pihak yang berwenang, aturan tersebut melibatkan para produsen kendaraan yaitu bahwa penggunaan klakson dibedakan jenisnya berdasarkan jenis dari kendaraannya, misalnya klakson pada mobil dibuat lebih keras dari pada klakson sepeda motor, begitu juga klakson bis atau truk dibuat lebih keras atau kencang suaranya dari pada klakson mobil, hal ini karena agar pengemudi yang lain dapat merespon lebih cepat dan lebih waspada karena sudah tahu jenis kendaraan yang akan lewat. Sehingga salah jika ada sepeda motor lalu dimodifikasi klaksonnya menjadi klakson yang keras seperti klakson mobil atau bahkan truk.

Cara Kerja Klakson Elektrik

Cara kerja klakson eletrik adalah sebagai berikut, ketika saklar klakson dihubungkan atau ditekan, maka arus listrik akan mengalir dari baterai atau accu ke saklar klakson, lalu ke kumparan, ke kontak point dan terminal klakson lalu berakhir di massa. Dengan mengalirnya arus listrik tersebut mengakibatkan adanya kemagnetan pada kumparan, karena ada kemagnetan pada kumparan maka batang poros akan tertarik oleh gaya elektromagnet. Untuk mencegah terjadinya percikan bunga api pada kontak point maka terdapat komponen kondensator. Arus listrik tersebut akan terputus ketika kontak tertekan oleh jangkar, ketika arus listrik terputus  (kontak point terbuka) maka tidak ada medan magnet pada kumparan.


Batang poros lalu kembali ke posisi semula karena adanya daya tarik dari diafragma, pada saat itu kontak point menutup kembali dan batang poros tertarik lagi oleh kumparan. Proses tersebut terjadi berulang-ulang yang menyebabkan getaran pada diafragma sehingga diafragma menghasilkan suara. Itulah proses kerja atau cara kerja dari klakson listrik.
Mudah kan cara kerjanya? Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang klakson. Demikianlah cara kerja klakson elektrik dan sejarah klakson. Silahkan berikan tanggapan sobat di kolom komentar berikut ini.

Label: