5 Kebiasaan Buruk Ini Dapat Merusak Mobil Anda

Layaknya tubuh yang harus selalu dirawat, maka mobil pun demikian, mobil memerlukan perawatan yang rutin agar tenaga dan performanya maksimal. Mendengar kata rutin, sebagian dari kita pasti susah untuk melakukannya, pun dengan para pemilik mobil, perawatan rutin terkadang tidak dilakukan entah karena alasan sibuk pekerjaan, malas, dan sebagainya.


Padahal dengan perawatan yang rutin kita dapat mengetahui kondisi mobil secara berkala, bagaikan check up pada tubuh kita, sebagian dari kita juga memeriksakan tubuh hanya jika penyakit itu sudah muncul dalam tubuh, namun tidak ada deteksi dini sebelumnya. Hal itu sama persis dengan pemilik mobil yang enggan melakukan perawatan atau servis rutin mobilnya, mereka pada umumnya akan melakuka servis jika mobilnya sudah mengalami trouble atau masalah, sebetulnya ini bukan perawatan lagi namun perbaikan.

Selain perawatan rutin, beberapa kebiasaan buruk berikut ini dapat merusak mobil, banyak orang yang menganggap hal berikut ini biasa saja, padahal sangat fatal akibatnya yakni kerusakan mobil. Berikut ini Guru Otomotif akan bahas artikel 5 kebiasaan buruk yang dapat merusak mobil.

1. Jarang Melakukan Servis Rutin

Sering menunda-nunda waktu servis adalah kebiasaan buruk pemilik mobil, hal ini dapat membuat kendaraan seolah-olah berjalan dalam keadaan terpaksa. Servis rutin sangat dianjurkan agar mobil dapat selalu terpantau kondisinya. Dan jika ditemukan keganjilan atau malfungsi pada mobil, maka dapat langsung diatasi.


Disamping itu, servis rutin juga bermanfaat pada terjaganya kebersihan mobil, karena area-area yang kotor pada mobil baik di kabin maupun mesin biasanya akan terlihat dan dibersihkan ketika melakukan servis rutin ini. Begitupula dengan pelumasan, mengganti oli secara rutin juga perlu dilakukan dan jangan menunggu mesin mobil rusak karena masalah pelumasan baru kemudian dilakukan ganti oli.

2. Mengabaikan Peringatan dari Mobil itu Sendiri

Pada beberapa mobil ada yang dapat mendeteksi masalah internal, terutama mobil dengan mesin EFI yang jika terdapat kerusakan pada mesinnya maka mobil EFI tersebut akan menampilkannya pada lampu indikator. Kode lampu indikator tersebut mempunyai makna, sobat dapat membacanya artikel cara membaca arti kode lampu indikator kerusakan pada mesin EFI.
Kemudian, jika peringatan atau indikator kerusakan itu datang, sebaiknya segera dicek atau bawa ke bengkel langganan untuk dianalisis dan diperbaiki.

3. Kurang Memperhatikan Kondisi Ban

Ban adalah komponen utama yang menopang kendaraan atau mobil, untuk itu sebaiknya pengecekan ban secara rutin harus dilakukan agar tidak membahayakan ketika berkendara. Ketika kondisi jalan licin, mobil akan lebih sulit untuk dikendalikan, kemudian kondisi ban yang tidak sesuai dengan tekanan ideal dapat menyebabkan bahan bakar menjadi boros.


4. Mengganti Gigi Transmisi Secara Sembarang

Pergantian atau merubah gigi transmisi sebaiknya dilakukan secara tepat. Misalnya ketika mengubah gigi transmisi dengan harus menginjak kopling pada mobil yang memakai kopling manual. Transmisi juga perlu diperhatikan dengan perilaku berkendara secara baik dan benar.


5. Suka Rem Mendadak dan Akselerasi Berlebihan

Pengereman yang mendadak dapat mengakibatkan rem mejadi cepat aus. Sedangkan memacu mobil dengan sekali hentakan dengan menarik gas yang besar atau akselerasi berlebihan itu juga kurang baik, jika sobat suka menekan pedal gas langsung pada putaran tinggi secara mendadak dapat menyebabkan bahan bakar menjadi boros.

Itulah 5 kebiasaan buruk yang dapat merusak mobil anda, jika kebiasaan-kebiasaan tersebut sering dilakukan dan tidak dilakukan perawatan secara rutin maka dapat mengurangi performa mobil atau bahkan juga dapat merusak mobil. Demikian semoga artikel ini bermanfaat. Salam Otomotif!

Label: