Prinsip Kerja Sistem Starter dan Motor Starter

Sistem starter listrik saat ini hampir ada pada semua jenis sepeda motor. sistem starter berfungsi sebagai pengganti kick starter yaitu agar pengendara tidak perlu mengengkol menggunakan kaki melalui tuas starter untuk menghidupkan mesin. Namun dengan adanya sistem starter tetap sepeda motor dilengkapi dengan kick starter, karena kick starter digunakan ketika kondisi sistem starter listrik sedang rusak atau bermasalah karena baterai dan sebagainya. Adapun yang Guru Otomotif bahas pada artikel ini adalah prinsip kerja sistem starter dan motor starter yang pada sepeda motor.


Komponen sistem starter

Sistem starter mempunyai komponen sebagai berikut:
  1. Baterai
  2. Sekring (fuse)
  3. Kunci kontak (ignition switch)
  4. Saklar starter (starter switch)
  5. Saklat magnet starter (relay startet)
  6. Motor starter

Letak komponen-komponen sistem starter di sepeda motor dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Prinsip Kerja Motor Starter

Motor starter mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yaitu berupa energi putar. Sebenarnya, prinsip kerja sistem starter  dan motor starter hampir sama dengan prinsip kerja generator DC, bedanya generator DC mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Prinsip kerja sistem starter yaitu apabila arus listrik mengalir melewati konduktor atau penghantar A dan B yang diletakkan diantara kutub magnet, maka penghantar A dan B tadi akan menerima gaya dorong berdasarkan kepada garis gaya magnet yang muncul dengan arah seperti pada gambar di bawah ini.


Hubungan antara arah arus, arah garis gaya magnet dan juga arah gaya dorong pada penghantar dapat kita hafalkan dengan kaidah tangan kiri Fleming. Ibu jari menunjukkan gaya, sedangkan jari telunjuk menunjuk pada garis gaya magnet, dan jari tengah menunjukkan arus.

Arah arus yang masuk berkebalikan dengan arah arus yang keluar sehingga gaya dorong yang dihasilkan juga saling berlawanan. Sehingga penghantar akan berputar ketika arus itu mengalir. Agar penghantar tetap atau terus berputar maka digunakan sikat (brush) atau komutator.

Komponen utama motor starter adalah armature coil (kumparan jangkar), komutator, kumparan medan atau field coil, dan sikat (brush). Prinsip kerja motor starter adalah sebagai berikut:
Armature dan field coil dihubungkan pada baterai secara seri melalui sikat-sikat dan komutator. Urutan aliran arus yaitu dari baterai, relay starter, field coil, sikat positif, armature, sikat negatif, dan lanjut ke massa.


Ketika arus listrik mengalir, pole core bersama dengan field coil akan muncul medan magnet. Armature yang dialiri listrik juga akan timbul garis gaya magnet sesuai dengan tanda putaran panah pada gambar di atas. Maka sesuai dengan kaidah tangan kiri Fleming, armature coil yang berada di sebelah kiri akan terdorong ke atas dan sementara itu yang di sebelah kanan akan terdorong ke bawah. Dalam hal ini armature coil berfungsi sebagai kopel atau gaya puntir, sehinggga armature akan berputar. Karena jumlah kumparan yang berada di dalam armature coil banyak, maka gaya putar yang ditimbulkan armature coil bekerja saling menyusul sehingga putaran armature akan menjadi teratur.

Demikianlah prinsip kerja sistem starter dan motor starter, semoga bermanfaat dan mudah dipahami. Untuk cara kerja serta komponen sistem starter akan lebih jauh Guru Otomotif bahas dalam artikel selanjutnya. Silahkan dishare yaa. Salam Otomotif!

Label: