Pengertian Arus Listrik, Tegangan, Tahanan dan Contohnya Pada Sepeda Motor

Pada kendaraan pasti dilengkapi dengan rangkaian kelistrikan. Seperti pada sistem starter, sistem pengapian, sistem penerangan, sistem pengisian, dan lain-lain. Untuk dapat mempelajari sistem-sistem kelistrikan dibutuhkan pengetahuan dasar tentang arus listrik, tegangan, tahanan. Materi tentang pengertian arus listrik searah dan bolak balik, tegangan, tahanan sebenarnya sudah dipelajari di SMP, namun di SMK materi ini masih diajarkan terutama yang berkaitan dengan dunia Otomotif karena ini adalah dasar sebelum mempelajari kelistrikan otomotif. Pada artikel kali ini Guru Otomotif akan membahas pengertian arus listrik, tegangan, tahanan dan juga pengertian arus listrik searah dan bolak balik dan contohnya pada bidang otomotif.


Konsep arus listrik, tegangan, dan tahanan dapat diumpamakan sebagai kedua wadah yang berisi air yang dihubungkan dengan pipa yang dipersempit unuk menghambat alirannya, seperti pada gambar dibawah ini

Tegangan Listrik

Tegangan atau voltage dapat diibaratkan sebagai beda ketinggian antara kedua wadah di atas sehingga menyebabkan terjadinya aliran air, makin besar beda ketinggian air maka makin kuat air yang mengalir. Sehingga tegangan listrik adalah dorongan (tenaga) yang diberikan untuk memungkinkan adanya aliran arus listrik. Ada dua macam tegangan listrik, yaitu
  1. Tegangan listrik searah atau DC, ini memungkinkan listrik hanya mengalir pada satu arah dan jumlah arus yang mengalir adalah konstan atau tetap.
  2. Tegangan listrik bolak-balik atau AC ini memungkinkan listrik mengalir pada dua arah pada setiap siklusnya, jumlah arus yang mengalir berubah-ubah tiap periodiknya.

Arus Listrik

Arus listrik diumpamakan sebagai jumlah atau volume air yang mengalir tiap detiknya. Sehingga arus listrik adalah banyaknya elektron yang mengalir tiap detik disuatu penghantar. Banyaknya elektron yang mengalir dipengaruhi dorongan yang diberikan kepada elektron tadi, dan juga kondisi “jalan” atau media yang dilalui elektron. Arus listrik diberi lambang i dengan satuan yang disebut ampere.

Hambatan (Resistansi)

Tahanan atau Resistansi diumpamakan sebagai hambatan yang dihadapi air saat mengalir di dalam pipa, semakin besar pipa maka hambatan air semakin kecil. Sedangkan semakin kecil pipa maka hambatan semakin besar. Maka hambatan di sini yaitu apa saja yang menghambat alliran arus litrik dan bisa mempengaruhi besarnya arus yang mengalir.

Resistansi pada kawat, rangka sepeda motor, kabel body, dan lain-lain nilainya ditekan sekecil mungkin agar arus listrik yang mengalir menjadi kuat dan mengoptimalkan kerja komponen kelistrikan. Jenis resistor ada dua macam, yaitu resistor tetap atau fixed resistor dan resistor variabel atau variable resistor.

Contoh Tegangan, Arus dan Tahanan/Resistor di Sepeda Motor

Tegangan listrik pada sepeda motor contohnya pada baterai, pada sistem pengisian dan lain-lain. Dengan tegangan listrik tersebut arus listrik dapat mengalir ke komponen kelistrikan. Sedangkan arus listrik ada pada kelistrikan sepeda motor, jelas karena sistem kelistrikan membutuhkan arus litrik sebagai energinya.

Semua rangkaian kelistrikan di sepeda motor juga hampir semuanya ada tahanan atau resistornya. Contoh penggunaan resistor jenis resistor tetap yaitu pada sistem kelistrikan tanda belok yang memakai flasher tipe kapasitor seperti pada gambar dibawah:


Pada gambar di atas, resistor (R) akan dialiri arus listrik dari baterai jika plat patina dalam posisi membuka. Karena adanya resistor maka arus listrik yang mengalir akan menjadi lebih kecil dibanding yang mengalir lewat kontak platina (P) ketika posisinya menutup. Sehingga lampu tanda belok tidak hidup ketika arus melewati resistor meskipun saklar lampu tanda belok sedang dinyalakan.

Sedangkan contoh penggunaan resistor jenis resistor variabel adalah pada rangkaian pengukur jumlah bahan bakar.


Cara kerja resistor variabel pada gambar rangkaian pengukur jumlah bahan bakar di atas adalah berdasarkan tinggi rendahnya bahan bakar di dalam tangki melalui pelampung, lengan pelampung dan penghubung. Dengan bergesernya lengan pelampung ke kiri dan ke kanan maka akan merubah besarnya resistansi atau tahanan pada resistor variabel.

Demikianlah artikel tentang pengertian arus litrik, tegangan, dan tahanan dan aplikasinya pada sepeda motor, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita. silahkan dishare yaa dan jangan lupa berkomentar. Salam Otomotif!

Label: ,