Naik Kendaraan Ketika Hujan Membuat Bensin Irit, Benarkah?

Musim hujan sudah berlangsung dan pada bulan ini mungkin lagi sering-seringnya hujan, curah hujan yang semakin tinggi ini membuat sebagian kita mungkin malas untuk keluar-keluar rumah karena harus repot memakai jas hujan. Namun tahu tidak, hujan itu membawa berkah selagi kita bersyukur dan berdoa. Lalu ada yangg mengkait-kaitkan kalau hujan itu bisa menyebabkan kendaraan yang kita naiki menjadi irit, ataukah itu berkahnya hujan? Untuk menjawab itu, kali ini GuruOtomotif akan membahasnya spesial untuk sobat.

Anggapan atau mitor berkaitan dengan hujan apakah membuat kendaraan baik mobil ataupun motor menjadi irit memang masih menjadi perdebadan, namun banyak juga yang percaya bahwa memang jika hujan maka kendaraan yang kita naiki menjadi irit. Diantara argumen tersebut adalah bahwa udara yang ada di luar mobil itu dingin sehingga dapat membantu sistem pendingin pada mesin dan tidak menjadikan mesin cepat panas.

Lalu benarkah anggapan tersebut?

Ternyata tidak tepat, memang hujan menjadikan suhu kerja mesin tidak cepat panas, namun ketika hujan justru konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Apa Alasannya?

Kenapa? Ini dia penjelasan yang dari Wawan sebagai salah satu teknisi bengkel mobil ternama. Menurutnya, mobil yang dipakai dalam kondisi hujan justru menjadi lebih boros bahkan tingkat keborosannya hingga 20 persen jika dibandingkan mobil yang digunakan dalam kondisi cuaca terang atau panas.

Apabila mesin mobil bekerja pada suhu yang rendah hal ini justru akan membuat mesin bekerja lebih berat lagi, sehingga membuat komponen mesin rusak juga akibat detonasi dan boros bahan bakar. Untuk pembakaran yang prima pada mesin, diperlukan kombinasi antara bensin dan udara yang pas atau sesuai dengan AFR (Air Ful Ratio) yang ideal yakni 14,7. Yang dimaksud dengan 14,7 yaitu 1 butir bensin berbanding dengan 14,7 butir udara.

Pada mesin yang menggunakan teknologi injeksi, pengatur AFR ini adalah tanggungjawab Electronic Control Unit atau yang kita kenal dengan ECU. Jika temperatur udara di luar mobil betul-betul dingin, maka ECU tersebut akan memerintahkan injektor untuk menyemprotkan bahan bakar yang lebih banyak lagi. Sehingga bahan bakar yang disemprotkan menjadi lebih boros kan.

Selain faktor suhu, kecepatan juga dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Ketika musim hujan biasanya pengemudi menjalankan kendaraannya lebih pelan sehingga memaksa pemudi untuk Stop and Go dan hal inilah yang menyebabkan mobil menjadi boros bahan bakar.
Traksi ban juga berpengaruh dalam konsumsi bahan bakar. Ketika musim hujan permukaan aspal tergenang air dan basah, dan hal itu akan mengurangi traksi ban ke aspal. Akibatmya daya yang dikirim oleh ban ke aspal juga tidak sempurna. Karena ada daya yang terbuang dan inilah yang membuat mesin tidak efektif dan menyebabkan kendaraan menjadi boros.

Baik mungkin itulah beberapa jawaban dari naik kendaaraan ketika hujan menyebabkan bensin menjadi irit, apakah sobat mau meneliti dan membuktikannya? GuruOtomotif dukung itu. Lalu jangan lupa untuk berkomentar di bawah ini dan jangan lupa untuk dishare. Salam Otomotif!

Label: