Model-Model Injeksi Pada Mesin EFI

Mesin EFI atau Electronic Fuel Injection menggunakan injeksi pada proses suplay bahan bakarnya. Sebagai dasar sobat untuk mengetahui tentang EFI silahkan sobat baca artikel tentang apa itu sistem EFI dan juga artikel cara kerja sistem EFI.


Secara ringkas cara kerja sistem EFI sebagai berikut: bahan bakar dari tangki di pompa oleh pompa bahan bakar, kemudian melalui saringan bahan bakar. Bahan bakar bertekanan ini selanjutnya disalurkan ke pipa pembagi (accumulator) untuk didistribusikan ke masing-masing injector. Perhitungan jumlah bahan bakar ini sangat akurat dan diupayakan untuk selalu konstan, pada accumulaotr dipasang regulator bahan bakar yang berkerja berdasarkan perubahan kevakuman pada intake manifold. Ketika putaran idle, ada kelebihan bahan bakar maka regulator akan menyalurkan bahan bakar kembali ke tangki melalui saluran overflow. Sebaliknya jika puratan tinggi, kebutuhan bahan bakar meningkat sehingga tekanan pada accumulator menurun, maka regulator akan menutup saluran overflow sehingga bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan perhitungan ECU. Aliran bahan bakarnya bisa dilihat pada gambar berikut


Model-model injeksi pada mesin EFI ada tiga bagian, yaitu model simultan atau serampak, model group atau kelompok, dan model sequential atau berurutan. Berikut ini lebih detail dari model injeksi pada mesin EFI.

Injeksi Model Silmultan (Serempak)

Pada injeksi model simultan, bahan bakar diinjeksikan pada waktu yang bersamaan untuk semua silinder. Model injeksi simultan ini adalah model penyemprotan lama dan model yang baru diaplikasikan ketika mobil start dan kondisi temperatur air pendingin masih sangat rendah. Berikut ini gambar model injeksi simultan pada mesin 6 silinder.
Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dihitung melalui lamanya pembukaan injektor. Perhitungan durasi atau lamanya penginjeksian pada tiap injector dihitung dengan persamaan
Ti = Te + Ts
Ti         = Timing Injeksi
Te        = Tp x (1 + Cen) x Cfb
TP        = Dasar perhitungan kuantitas bahan bakar
Cen      = Koefisien koreksi tambahan
Cfb      = Koreksi feedback gas buang
Ts        = Koreksi tegangan baterai

Dasar perhitungan kuantitas bahan bakar (TP) tersimpan pada memori control unit atau yang biasa disebut sebagai ROM. Sedang cen atau Koefisien koreksi tambahan adalah pertimbangan terhadap data-data tambahan yang didapat dari sensor-sensor. Data itu bisa berupa dari:

Koreksi feedback dari gas buang didapat dari masukan sensor oksigen yang terpasang di exhaust manifold. Dari sensor oksigen ini diperoleh nilai perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang kemudian menjadi umpan balik bagi ECU agar bisa memberikan campuran stoichiometric pada ruang bakar mesin EFI.

Injeksi Model Group (Kelompok)

Pada injeksi model group ini juga merupakan model lama yang diaplikasikan pada mobil EFI. Penginjeksian dilakukan secara bersama namun dengan kelompok yang sendiri-sendiri dan hanya menginjeksi sekali dalam dua putaran. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut:

Durasi penginjeksian pada tiap injektor dapat dihitung dengan persamaan berikut:
Ti = (Te x2) + Ts
Te adalah nilai jumlah efektif lamanya injeksi untuk model injeksi group atau kelompok ini.

Injeksi Model Sequential (Berurutan)

Model penginjeksian sequential atau berurutan adalah model yang banyak dipakai pada mesin-mesin mobil EFI. Pada setiap silinder mendapatkan suplay bahan bakar dengan urutan yang sama seperti pada firing order (FO).  Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut ini

Perhitungan durasi penginjeksian ditentukan dengan persamaan
Ti = (Te x 2) + Ts
Untuk model sequential ini, nilai Te adalah nilai jumlah efektif lamanya injeksi untuk model injeksi sequential atau berurutan ini.

Itulah model-model injeksi pada mesin EFI, dari ketiga model penginjeksian tersebut, manakah yang menurut sobat lebih efektif? Silahkan jawab via komentar di bawah ini yaa.. jangan lupa dishare..

Label: ,