Komponen Sistem Starter dan Fungsinya

Sistem starter menggantikan engkol starter yang digerakkan dengan kaki, fungsinya untuk memudahkan dalam menghidupkan mesin sepeda motor. Sistem starter prinsip kerjanya yaitu mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Ada beberapa komponen yang ada pada sistem starter, diantaranya field coil, armature, pole core dan yoke, brush, relay starter. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif sudah membahas konsep kerja sistem starter. Sistem starter yang Guru Otomotif bahas dalam artikel kali ini yaitu komponen sistem starter sepeda motor. Berikut ini satu persatu Guru Otomotif bahas komponen sistem starter dan fungsinya.

Field Coil atau Kumparan Medan

Field coil adalah komponen sistem starter yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet. Field coil terbuat dari lempengan tembaga, komponen field coil ini disambungkan secara seri dengan armature coil (kumparan jangkar), yang bertujuan agar arus yang melalui field coil juga mengalir menuju armature coil.


Field coil ini terdapat pada sepeda motor yang memakai motor starter tipe elektromagnet (bukan magnet permanen). Sedangkan pada sepeda motor yang menggunakan motor starter tipe magnet permanen tidak memakai field coil karena tipe magnet permanen bentuknya kompak dengan bobot yang lebih ringan sehinnga untuk tipe magnet permanen banyak dipakai pada sepeda motor tipe kecil

Armature

Komponen sistem starter berikutnya yaitu armature. Armature mempunyai fungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar. Armature terdiri dari sebatang besi yang bentuknya silindris lalu diberi slot-slot, armeture shaft atau poros armature, komutator dan armature coil.


Jumlah lilitan pada armature coil dibuat banyak supaya semakin banyak lilitan kawat yang mendapatkan gaya elektromagnet (garis gaya magnet), sehingga tenaga yang dihasilkan akan cukup besar untuk memutar crankshaft.

Yoke dan Pole Pore


Yoke disebut juga stator, yoke berfungsi sebagai tempat untuk mengikat pole core. Yoke terbuat dari bahan logam yang berbentuk silinder. adapun Pole Core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan maget yang ditimbulkan oleh field coil.

Brush (Sikat)

Komponen sistem starter berikutnya adalah sikat (brush), fungsi brush adalah untuk meneruskan arus listrik dari field coil langsung ke massa melalui komutator. Brush ini terdiri dari tembaga lunak. Untuk motor starter tipe magnet permanen (tanpa field coil) brush akam meneruskan arus listrik dari baterai langsung menuju ke armature lalu ke massa melalui komutator. Motor starter pada sepeda motor ada yang memiliki dua buah sikat (yaitu satu sikat sebagai positif dan satu sikat lainnya sebagai negatif) dan ada juga yang memakai empat buah sikat (dua sikat sebagai positif dan dua buah sikat sebagai negatif), hal ini tergantung dari beban mesin yang akan diputar. Biasanya untuk motor starter dengan empat buah sikat hanya digunakan pada motor-motor besar.


Pada stator (rumah motor) diikatkan field coil atau kumparan medan dan pole core (inti kutub) yang fungsinya untuk menghasilkan medan magnet. Dan biasanya ada empat buah pole core dan field coil yang memiliki jumlah lilitan yang cukup banyak supaya medan magnet yang dihasilkan lebih besar.
Agar momen putar yang dihasilkan oleh motor dapat diperbesar, maka disamping adanya perbandingan gigi sproket atau pinion yang ada pada motor starter dengan gigi sproket pada crankshaft, juga pada salah satu ujung armature ada gigi reduksi. Gigi reduksi ini mempunyai fungsi agar perbandingan putaran yang keluar menjadi lebih kecil sehingga momen putarnya semakin besar.

Starter relay (saklar magnet starter)

Starter relay pada sepeda motor ada yang berbentuk sederhana dan juga ada yang mengadopsi starter relay yang digunakan pada mobil jenis pre-engaged starter atau starter relay langsung dipasangkan pada bagian atas motor starter).
Starter relay sederhana ini terdiri dari sebuah kumparan dan empat buah terminal yang ditempatkan terpisah dari motor starter. Starter relay ini biasanya dipakai pada sepeda motor ukuran kecil. Sedangkan starter relay yang tipe pre-engaged biasanya dipakai pada sepeda motor ukuran besar.

Selenoid pada starter relay berfungsi seperti relay, yaitu untuk menghubungkan arus besar dari baterai ke starter motor melalui plat kontak yang dapat bergerak ketikaada kemagnetan), dengan bantuan arus listrik kecil yang dikontrol dari kunci kontak.

Ada dua kumparan pada starter tipe pre-engaged, yaitu pull-in coil dan holding coil. Poll-in ciol fungsinya untuk menarik plunger melawan pegas sehingga kontak terhubung. Sedangkan holding coil berfungsi untuk memegang (hold) plunger pada posisi tertarik agar pengontakan tetap dapat berlangsung. Tuas penggerak fungsinya untuk menggeser gigi pinion motor starter ke depan sehingga terkait dengan flywheel gear atau roda gila.

Kopling starter dan gigi pinion berfungsi untuk menyalurkan tenaga putar yang dihasilkan oleh motor starter ke roda gila dan mencegah terjadinya putaran yang berlebihan karena terbawa oleh berputarnya poros starter ketika mesin telah hidup dan perkaitan antara gigi pinion dan roda gila masih terjadi.

Itulah beberapa komponen sistem starter dan fungsinya semoga mudah dipahami dan dapat menambah pengetahuan kita tentang komponen sistem starter. Tolong dibagikan yaak artikel ini. Untuk pertanyaan silahkan via komentar di bawah ini. Salam Otomotif! 

Label: