Kode Kerusakan Pada Mesin EFI dan Artinya

Mesin EFI mempunyai  lampu indikator yang biasanya terdapat pada panel dashboard, lampu indikator EFI tersebut memberi tahu pengemudi tentang kondisi mesin atau kendaraan EFI. Ketika mesin dihidupkan dan lampu indikator EFI mati berarti tidak ada troubel atau masalah, namun jika mesin dihidupkan dan lampu indikator EFI menyala berarti ada masalah pada mesin atau mobil EFI tersebut.


Ketika terjadi masalah atau trouble pada mesin EFI sobat jangan buru-buru untuk membawanya ke bengkel jika sobat ingin belajar memperbaikinya sendiri. Ada dua cara untuk mendiagnosis atau memeriksa kerusakan pada mesin EFI, yaitu diagnosis dengan menggunakan alat scanner atau diagnosis mesin EFI dengan tespen secara manual. Jika sobat mempunyai scanner silahkan diagnosis mesin EFI tersebut dengan scanner. Namun jika sobat tidak mempunyai alat yang mahal tersebut bukan berarti sobat tidak bisa mendiagnosis mesin EFI, sobat bisa diagnosis mesin EFI dengan alat yang super murah yaitu dengan tespen, silahkan baca artikel cara diagnosis mesin EFI dengan tespen.

Jika sobat diagnosis mesin EFI menggunakan scanner misal nanti ada kode kerusakan berupa angka yang harus dibaca, begitupun jika sobat melakukan diagnosis mesin EFI menggunakan tespen nanti ada kode kerusakan berupa kedipan lampu yang harus dibaca atau yang biasa disebut sebagai check engine lamp.

Pada beberapa buku manual mesin EFI yang Guru Otomotif download ternyata tidak ada kode kerusakan pada mesin EFI, untuk itu artikel kali ini Guru Otomotif akan membagikan arti kode kerusakan pada mesin EFI atau check engine lamp dalam diagnosis mesin EFI. Kode dibawah ini berupa angka, pastikan sobat sudah membaca cara diagnosis mesin EFI dengan scanner dan cara diagnosis mesin EFI dengan tespen secara manual agar dapat memahaminya.

Berikut ini kode kerusakan pada mesin EFI dan artinya.

Kode
Masalah pada
2
Air Flow Meter signal.
3
Ignition signal.
4
Engine Coolant Temperature Sensor signal.
5
Oxygen Sensor.
6
RPM signal (Crank Angle Pulse).
7
Throttle Position Sensor signal.
8
Intake Air Temperature Sensor signal.
9
Vehicle Speed Sensor signal.
10
Starter signal.
11
Switch signal.
11
ECU/ECM.
12
Knock Control Sensor signal.
12
RPM signal.
13
Knock Control CPU (ECM).
13
RPM signal.
14
Turbocharger Pressure.
14
Ignition signal.
21
Oxygen Sensor.
22
Engine Coolant Temperature Sensor signal.
23
Intake Air Temperature Sensor signal.
24
Intake Air Temperature Sensor signal.
25
Air-Fuel Ratio Lean.
26
Air-Fuel Ratio Rich.
27
Sub Oxygen Sensor signal.
28
No. 2 Oxygen Sensor signal.
31
Air Flow Meter signal (Vacuum Sensor signal).
32
Air Flow Meter signal.
34
Turbocharger Pressure signal.
35
Turbocharger Pressure Sensor signal.
35
HAC Sensor signal.
41
Throttle Position Sensor signal.
42
Vehicle Speed Sensor signal.
43
Starter signal.
51
Switch signal.
52
Knock Sensor signal.
53
Knock Sensor signal.
54
Inter-cooler ECM signal.
71
EGR System
72
Fuel Cut Solenoid signal.
78
Fuel Pump Control signal.
81
TCM Communication.
83
TCM Communication.
84
TCM Communication.
85
TCM Communication.

Itulah kode kerusakan mesin EFI atau check engine lamp, dengan mendiagnosis sendiri baik diagnosis mesin EFI dengan scanner maupun diagnosis mesin EFI dengan tespen manual, sobat dapat mengatasi sendiri minimal dapat mengetahui komponen atau sensor mana yang mengalami masalah, kode kerusakan mesin EFI tersebut sama pada semua jenis mobil EFI karena scannernya pun sama. Jika sobat berlatih terus menerus pasti beberapa kode kerusakan mesin EFI di atas dapat dihafal. Bagi yang menggunakan scanner OBD II dengan kode kerusakan berupa P0100, P0101, P0102 dan sebagainya akan Guru Otomotif bahas pada artikel selanjutnya insyaAllah. Silahkan dishare yaa. Salam Otomotif!

Label: