Inilah Ciri Mobil Bekas Banjir, Hati-Hati Ketika Membeli Mobil Bekas

Jika kita hendak membeli mobil bekas, tentu kita pasti akan memilih mobil dengan kondisi yang masih baik, baik dalam segi penampilan luarnya maupun kondisi mesinnya. Sehingga banyak orang yang ketika ingin menjual mobilnya, harus dibawa dahulu ke ‘salon kecantikan’ agar mobil terlihat seperti baru lagi.


Namun bagaimana jika mobil yang hendak sobat beli itu ternyata adalah mobil bekas banjir? Tentu ini sangat mengecewakan bagi yang hendak membelinya karena akan berdampak buruk kedepannya. Nah artikel Guru Otomotif kali ini akan membahas ciri-ciri mobil bekas banjir, sehingga sobat bisa lebih hati-hati ketika membeli mobil.

Mobil sendiri diciptakan bukan untuk menerjang banjir yang sangat tinggi, karena ia bukanlah kapal selam. Misal saja air banjir yang tinggi hingga masuk ke kabin, maka akan merepotkan untuk mengembalikannya kepada kondisi normal seperti sediakala. Ironisnya ada pemilik mobil yang tidak mau melakukan perawatan setelah mobilnya terkena banjir, karena banyak komponen yang harus diganti atau harus diperbaiki. Jika sudah seperti ini maka jurus terakhir untuk menyelamatkan mobil adalah dengan memperbaiki sebagian kerusakan mobil seadanya lalu menjualnya, tanpa memperhitungkan efek jangka panjang kerusakan tersebut.

Hal ini tentu akan merugikan pembeli yang kebetulan sedang mencari mobil bekas dan tidak sengaja mendapatkan mobil bekas banjir tersebut. Karena ada banyak komponen pada mobil yang tidak tahan terhadap air meskipun dapat dibetulkan tanpa menggantinya. Sehingga dampaknya adalah jangka panjang.

Ciri Mobil Bekas Banjir

Oleh karena itu sebaiknya kita perlu mengetahui ciri mobil bekas banjir dan hati-hati ketika membeli mobil bekas. Supaya sobat tidak perlu mengeluarkan biaya mahal dalam perbaikanya. Berikut ini Guru Otomotif berikan tips mengetahui ciri mobil bekas banjir untuk sobat.


Jika tercium aroma bau yang apek pada kabin mobil, maka mobil tersebut patut dicurigai sebagai bekas banjir. Karena ini tanda bahwa mobil tersebut pernah kemaukan air banjir yang cukup parah. Walaupun pemilik mobil sudah membersihkannya namun akan sulit untuk mengembalikan kondisi kabin mobil pada konsisi seperti semula.
Celah sempit biasanya ada di bagian dalam kap mesin, interior yang bersudut sempit, bagasi mobil, dan juga di balik panel body kendaran. Celah-celah sempit tersebut terdapat bekas lumpur, karena air banjir biasanaya bercampur dengan lumpur. Karena meskipun airnya sudah mengering, lumpur akan sulit untuk dihilangkan terutama pada celah-celah sempit  tersebut.
Mobil-mobil terbaru terdapat sensor-sensor yang berguna untuk mengirimkan informasi kepada ECU. Fungsi sensor-sensor ini sangat vital, dan jika terjadi kerusakan yang cukup parah dapat menguras biaya untuk memperbaikinya. Komponen yang dialiri listrik itu pada umumnya sangat anti dengan air, contohnya pada air bag, power window, dan lain sebagainya. Untuk mengeceknya dapat membawa kendaraan tersebut ke bengkel yang mempunyai alat khusus memeriksa sensor-sensor EFI.
Bagian-bagian pada kendaraan yang sulit kering seperti busa pada jok, karpet, dan plafon mobil yang memakai bahan yang jika terkena air maka akan berubah dari sifat aslinya. Seperti misalnya meninggalkan noda yang sulit hilang, kelenturannya berubah, adanya bekas lumpur yang menempel di bagian tersebut.

Jika penjual hendak menjual mobil bekas banjir yang kurang baik tentu tidak akan begitu memperdulikan harga jualnya, walaupun di tawar sangat murah mereka pasti akan melepaskannya. Sehingga kita perlu hati-hati jangan sampai tergiur dengan harga murah. Kita juga harus memperhatikan lokasi pemilik mobil apakah berada di wilayah yang merupakan langganan banjir atau tidak, periksa alamat yang tertera pada surat-surat mobil.

Demikianlah beberapa tips mengetahui ciri mobil bekas banjir. Semoga dengan ini sobat bisa lebih hati-hati dalam memilih kendaraan atau mobil yang hendak dibeli. Silahkan dishare semoga bermanfaat. Salam Otomotif

Label: