Dampak Salah Memasang Busi

Busi merupakan komponen motor yang berfungsi untuk memercikkan bunga api guna untuk pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Tanpa busi motor tidak akan hidup, bahkan mesin diesel yang menggunakan panas dari kompresi sebagai media untuk membakar campuran bahan bakar dan udara, tetap ada yang menggunakan busi, hanya saja bentuk businya berbeda. Sedangkan pada mesin bensin, busi adalah komponen yang vital dan tidak dapat dianggap sepele, buktinya ketika ada sepeda motor mogok orang akan cek kondisi busi selain cek bahan bakar tentunya.


Ngomong-ngomong soal busi, Guru Otomotif akan sedikit memberikan informasi berkaitan dengan dampak salah memasang busi. Apa maksudnya? Jadi, busi walaupun bentuknya kecil, kita jangan sampai salah dalam memilih dan memasang busi. Karena jika kita salah dalam memilih dan memasang busi maka akan berdampak pada mesin. Seperti apa dampaknya?

Busi Derat Pendek Untuk Mesin dengan Busi Derat Panjang

Seperti yang dijelaskan oleh PT NGK Busi Indonesia, bahwa masalah pemasangan busi perlu untuk mendapatkan perhatian. Karena terkadang bengkel tidak menyediakan stok busi yang mencukupi pada bengkel mereka, dan juga bengkel memasang busi dengan derat pendek ke mesin yang seharusnya menggunakan busi dengan derat panjang.


Dampaknya apa?

Kalau sampai terjadi demikian maka dampaknya adalah ujung pengapian pada busi tidak akan sampai ke ruang pembakaran, akibatnya adalah pada pengapian yang kurang sempurna. Selain itu, kotoran karbon juga akan mengumpul di sisa ulir mesin dan busi akan lebih cepat rusak atau mati. Disamping itu, membersihkan kotoran arang pada ulir mesin tidak mudah.

Busi Derat Panjang Untuk Mesin dengan Busi Derat Pendek

Sedangkan jika memasang busi dengan derat panjang untuk mesin yang seharusnya menggunakan busi derat pendek maka dampaknya akan lebih fatal lagi. Dampaknya adalah ujung busi yang jauh akan nongol ke dalam ruang pembakaran sehingga dapat berbenturan dengan piston dan akan akibatnya busi akan rusak secara mekanik. Atau ujung derat busi yang menonjol sehingga menjadi sangat panas dan menjadi sumber pembakaran dini yang berakibat pada rusaknya piston.

Heri Margiraharjo selaku Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia juga memberikan tips untuk berhati-hati ketika memilih busi untuk motor. “Untuk itu maka berhati-hatilah dalam memilih busi. Tipsnya adalah pilih busi yang tepat ketika mengganti busi, jangan asal pakai busi” tuturnya.

Perhatikan Pengencangan Busi

Selain ketelitian dalam memilih busi, yang perlu diperhatikan lagi adalah dalam hal pengencangan busi ketika memasangnya pada mesin. Torsi adalah aspek yang kritis ketika mengencangkan busi. Pengencangan busi yang kurang atau tidak sesuai dengan torsinya maka busi tidak dapat menghantarkan panas secara efektif. Rumah busi jika tidak rapat dengan kepala silinder maka akan menghambat penyaluran panas keluar dari ruang pembakaran. Dan bila gas pembakaran bocor melalui ulir maka akan parah lagi karena akan mengakibatkan busi menjadi terlalu panas dan menjadi rusak.

Begitupun sebaliknya, pengencangan busi yang berlebihan torsinya akan merusak pelekat atau seal di dalam busi. Retakan di porcelain walau sehelai rambut dapat menurunkan daya tahan isolasi dan dapat menghambat penyaluran panas. Akibatnya suhu pada ruang pembakaran menjadi tinggi dan bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin.

Juga yang menjadi perhatian adalah, jangan pernah mengencangkan busi jika mesin masih dalam kondisi yang panas. Demikanlah artikel tentang dampak salah memasang busi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita pada bidang otomotif. Silahkan disebarkan dan berkomentar dibawah ini. Salam Otomotif!

Label: