Dampak Perbandingan Bahan Bakar Terhadap Emisi Gas Buang Mobil

Mobil dengan mesin Elektronik Fuel Injection menggunakan sistem kontrol elektronik, dengan kontrol elektronik maka diharapkan daya mesin menjadi lebih optimal, selain itu emisi gas buang yang dihasilkan  pada mesin EFI lebih rendah karena penggunaan bahan bakar yang efisien. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif sudah membahas artikel tentang cara kerja mesin EFI.


Gas hasil pembakaran campuran bahan bakar dengan udara ini menghasilkan emisi gas buang yang diantaranya adalah Hidokarbon. Dalam proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang normal, hidrokarbon akan bereaksi dengan udara dan membentuk CO2 dan ari. Hanya saja pada kenyataannya pembakaran sempurna tidak bisa dicapai ketika mesin bekerja, ada gas lain yang muncul seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC) maupun oksida nitrogen (NOX). Selain itu penggunaan bahan tambah pada bahan bakar juga akan menghasilkan gas emisi yang berbahaya berupa sulfur dan timbal, polutan ini sangat berbahaya apalagi untuk kesehatan manusia.

Untuk mengurangi emisi di atas, maka mesin mobil perlu takaran campuran bahan bakar dan udara yang dapat menghasilkan pembakaran yang maksimal. Takaran campuran bahan bakar dan udara yang ideal (kita kenal dengan istilah Stoichiometric) adalah 14,7 :1, yaitu 14,7 kg udara dicampur dengan 1 kg bensin, atau bisa jika dalam volume, maka 10.500 liter udara dicampur dengan 1 liter bensin dalam tekanan satu atmosfer.

Perbandingan antara udara dengan bahan bakar adalah bentuk kebutuhan udara yang kita kenal sebagai faktor lambda dengan simbol ( λ ). Lambda dapat diterjemahkan sebagai perbandingan antara jumlah udara yang dipakai atau yang sesungguhnya terjadi di mesin mobil dengan jumlah udara secara teori. Kita rumuskan sebagai berikut:

Nilai lambda yang ideal adalah 1, nilai lambda = 1 berarti sesuai dengan perbandingan stoichiometric di atas yaitu 14,7 :1 artinya lambda = 1 berarti ideal. Sementara itu jika lambda kurang dari 1 maka disebut campuran kaya atau kekurangan udara (terlalu banyak bahan bakar) pada campuran tersebut. Sedangkan jika lambda lebih dari 1 maka disebut sebagai campuran kurus atau terlalu banyak udara (jumlah bahan bakar sedikit) pada campuran tersebut.

Dampak dari perbandingan campuran emisi gas buang tersebut adalah sebagai berikut ini:

Emisi Hidrokarbon atau HC


hidrokarbon akan bertambah jika konsumsi bahan bakar bertambah. Kadar hidrokarbon akan menjadi rendah pada kondisi lamba bernilai antara 1,1 sampai dengan 1,2. Pada kondisi campuran kaya (terlalu banyak bahan bakar) kadar hidrokarbon akan semakin tinggi dimana bahan bakar tersebut tidak bisa terbakar sepenuhnya di ruang pembakaran pada mesin mobil sehingga gas buangnya menghasilkan emisi berupa hidrokarbon itu tadi.

Emisi Carbon Monoksida atau CO


Dalam kondisi campuran kaya (terlalu banyak bahan bakar) maka emisi carbon monoksida akan bertambah secara linier seiring dengan penambahan penggunaan bahan bakar. Sedangkan ketika campuran kurus (terlalu banyak udara) maka kadar carbon monoksida berada pada level yang paling rendah. Sementara itu jika terjadi campuran yang tidak sama misalnya campuran kurus dan campuran gemuk pada tiap-tiap silinder pada mesin dengan multisilinder, maka kadar carbon monoksida rata-rata yang dihasilkan justru berada di atas kondisi yang normal (stoichiometric) atau dengan kata lain menjadi campuran kurus (terlalu banyak udara).

Emisi oksida nitrogen (NOX)


Tingkat banyaknya gas oksida nitrogen yang ada pada gas buang berlawanan dengan banyaknya kadar gas hidrokarbon dan carbon monoksida. Dimana campuran kurus akan lebih menambah oksida nitrogen, karena oksida nitrogen muncul dari temperatur atau suhu yang berlebihan pada ruang bakar mesin, terutama dengan perbandingan kompresi yang tinggi.

Itulah dampak perbandingan bahan bakar  terhadap emisi gas buang mobil, baik pada mesin yang menggunakan mesin konvensional maupun mesin yang menggunakan sistem electronik fuel injection maka sama-sama dituntut untuk mendapatkan perbandingan bahan bakar yang ideal walaupun sudah tercapai, hal ini berbeda dengan sistem injeksi atau kontrol elektronic yang dapat mempertahankan kerja mesin pada perbandingan bahan bakar yang ideal. Harapannya dengan pengetahuan ini akan menimbulkan kesadaran kita semua akan pentingnya menjaga kualitas udara kita dengan memperhatikan emisi gas buang pada mobil-mobil atau kendaraan apapun yang kita miliki.

Demikianlah artikel tentang Dampak Perbandingan Bahan Bakar Terhadap Emisi Gas Buang Mobil semoga bermanfaat bagi kita. mohon untuk dishare yaa. Tumbuhkan kesadaran akan pentingnya kualitas udara dan bahaya emisi gas buang pada kendaraan kita. 

Label: ,