Cara Kerja Sistem Starter Dengan Relay Jenis Pre-Engaged

Sistem starter ada dua jenis yaitu sistem starter manual dengan meggunakan tuas yang digerakkan kaki dan sistem starter elektrik. Adapun prinsip kerja sistem starter sobat dapat membacanya pada artikel prinsip kerja sistem starter dan juga silahkan baca komponen sistem starter serta fungsinya. Di dalam sistem starter terdapat komponen relay starter, relay starter ada dua jenis yaitu relay starter sederhana dan relay starter jenis pre engaged. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif sudah membahas cara kerja sistem starter dengan relay startersederhana, di artikel ini Guru Otomotif akan membahas sistem starter dengan relay jenis pre-engaged sehingga sobat dapat mengetahui perbedaan cara kerjanya.


Sistem starter dengan relay jenis pre-engaged ini banyak digunakan pada sepeda motor ukuran mesin besar, hal ini berbeda dengan sistem starter dengan relay sederhana yang dipakai pada sepeda motor dengan ukuran mesin kecil. Bahkan sistem starter dengan relay jenis pre engaged ini dipakai pada BMW, karena mengadopsi starter mobil maka cara kerjanya juga sama seperti sistem starter pre engaged pada mobil. Contoh rangaiannya dapat sobat lihat pada gambar di bawah ini.


Cara kerja sistem starter dengan relay jenis pre engaged

Ketika kunci kontak di Off kan, tidak ada arus yang mengalir ke relay starter (selenoid) maupun ke motor starter. Arus dari baterai tersebut akan berhenti pada titik kontak sebelah atas (lihat gambar di atas), pinion gear tidak terkait dengan flywheel.

Ketika kunci kontak di On kan, arus listrik akan mengalir ke pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Kemudian pull in coil akan menarik plunger ke arah kanan dan hold in coil akan menahan plunger di posisi terakhirnya. Pada rangkaian sistem starter ini, pull in coil terpasang seri dengan field coil sehingga arus yang keluar dari pull in coil diteruskan ke field coil lalu ke massa.

Untuk lebih jelasnya lihat aliran arusnya ini:
Baterai – kunci kontak – terminal 50 – hold in coil – massa
Baterai – kunci kontak – teriminal 50 – pull in coil – field coil – sikat positif – armature – sikat negatif – massa.

Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat ini masih kecil, maka armature akan berputar lambat untuk memungkinkan terjadinya kaitan gigi pinion dengan flywheel secara lembut. Sedangkan moving contact belum berhubungan dengan contact point (kontak point), untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.


Pergerakan plunger secara bersamaan juga akan menyebabkan shift lever (pengungkit) tertarik, sehingga gigi pinion akan bergeser ke flywheel. Jika gigi pinion sudah berkaitan dengan flywheel, maka moving contact akan menutup contact point sehingga arus besar dari baterai (yang sudah stand by di contact point sebelah atas) akan mengalir langsung ke field coil melalui terminal C. Akibatnya armature akan berputar cepat dan putarannya dilanjutkan ke flywheel melalui overunning clutch dan gigi pinion. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.


Adapun aliran arusnya sebagai berikut:
Baterai – kunci kontak – contact point – field coil – sikat positif – armature – sikat negatif – massa.

Ketika moving contact sudah berhubungan dengan contact point, maka arus dari pull in coil tidak bisa mengalir, akibanya pluger ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja, jika mesin mulai hidup, flywheel akan memutar armature melalui pinion karena kecepatan putar motor starter lebih kecil dibanding kecepatan mesin. Untuk menghindari kerusakan di starter tersebut, maka koling starter akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebih.

Demikianlah cara kerja sistem starter dengan relay starter jenis pre-engaged semoga mudah dipahami dan bermanfaat. Silahkan dishare yak. Salam Otomotif! 

Label: