Cara Kerja Sistem Starter dengan Relay Sederhana

Dengan adanya sistem starter elektrik kita menjadi lebih mudah dalam menghidupkan sepeda motor tanpa perlu repot menekan tuas starter manual dengan kaki. Sepeda motor saat ini hampir semuanya memakai sistem starter elektrik untuk menghidupkan mesinnya, hal ini karena memang untuk memudahkan penggunanya. Terkait dengan sistem starter ini, pada artikel sebelumnya Guru Otomotif sudah membahas prinsip kerja sistem starter dan komponen sistem starter danfungsinya. Nah pada artikel ini Guru Otomotif akan bahas bagaimana cara kerja sistem starter.


Secara umum sistem starter listrik komponennya terdiri dari baterai, sekering, kunci kontak, saklar atau tombol starter, relay starter, dan motor starter. Arus yang besar dari baterai (kurang lebih 40 Ampere) dialirkan langsung ke motor starter ketika kunci kontak dihidupkan /onkan, tanpa melalui saklar atau tombol starter hal ini karena supaya kontaknya tidak meleleh akibat arus besar tersebut. Dan oleh karena itu, pada rangkaian sistem starter dilengkapi dengan relay starter. Ada dua jenis untuk starter relay pada sistem starter, yaitu relay sederhana dan relay jenis pre-engagged, di artikel ini Guru Otomotif akan membahas cara kerja sistem starter dengan jenis relay sederhana.

Cara Kerja Sistem Starter dengan Relay Sederhana

Sistem starter dengan starter relay sederhana banyak dipakai pada sepeda motor dengan mesin berukuran kecil (kapasitas mesin 200 cc ke bawah). Untuk contoh rangkaian sistem starter, di bawah ini adalah gambar rangkaian sistem starter milik H0nd4 yang memakai starter relay sederhana.


Pada rangkaian sistem starter dengan relay sederhana di atas telah dilengkapi dengan sistem pengaman. Untuk cara kerja sistem pengaman pada starter akan Guru Otomotif bahas pada arikel khusus insyaAllah. Lalu bagaimana cara kerja sistem starter? Berikut penjelasannya.

Cara Kerja Sistem Starter dengan Relay Sederhana

Cara kerja sistem starter relay sederhana adalah: ketika starter switch (tombol starter) ditekan, maka baterai akan mengalir ke kumparan relay starter melalui kunci kontak lalu ke massa. Arus tersebut akan sampai ke massa jika posisi gigi transmisi dalam keadaan netral atau posisi kopling sedang ditekan (saklar netral atau saklar kopling akan menghubungkan arus dari kumparan relay starter menuju massa). Untuk sepeda motor dengan sistem starter yang tidak menggunakan sistem pengaman, maka arusnya mengalir dari tombol starter lalu ke kumparan relay starter dan kemudian ke massa.

Arus yang dialirkan pada kumparan relay ini kecil sehingga tidak membuat kontak pada tombol starter menjadi kelebihan beban. Setelah arus sampai pada massa, maka terjadi kemagnetan pada kumparan relay starter. Dan hal ini akan menyebabkan plat kontak pada relay starter menjadi tertutup karena tertarik. Akibatnya arus yang besar dari baterai akan langsung mengalir ke motor starter. Kemudian motor starter akan berputar untuk menghidupkan mesin sesuai dengan prinsip kerja motor starter.

Itulah cara kerja sistem starter dengan relay sederhana, untuk cara kerja sistem starter dengan relay jenis pre-engaged sobat dapat membacanya pada artikel carakerja sistem starter dengan relay jenis pre-engaged. Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah dipahami, silahkan berkomentar melalui kolom komentar di bawah ini. Salam Guru!

Label: