Cara Kerja Mesin EFI dan Macam-Macam Sensor EFI

Penggunaan sistem kontrol pada mesin bertujuan untuk memberikan daya mesin yang optimal melalui sistem kerja yang akurat yang disesuaikan untuk dapat menghasilkan gas buang dengan emisi yang seminimal mungkin, penggunaan bahan bakar yang efisien, menghasilkan pengendaraan yang optimal pada semua kondisi mesin, menyediakan sistem diagnosis untuk mengevaluasi sistem kerja dan kondisi perangkat pendukungnya jika ada permasalahan pada sistem ini. Cara kerja mesin EFI dilakukan dengan pengontrolan mesin, dan inilah yang akan Guru Otomotif bahas pada artikel ini, termasuk apa saja macam-macam sensor EFI yang ada pada mesin EFI.


Pengontrolan mesin dilakukan secara elektronik yang terdiri dari sensor-sensor yang terus menerus memantau kondisi kerja mesin. ECU atau Electronic Control Unit berkerja mengevaluasi data masukan dari berbagai sensor yang terpasang pada mesin.

Baca Juga: Pengertian Sistem Electronic Fuel Injection

Pada mesin yang masih menggunakan sistem konvensional seperti karburator, perbandingan ideal harus dicapai agar bisa menghasilkan pembakaran yang maksimal. Campuran antara bahan bakar dengan udara harus sesuai sejumlah 14,7 kg udara membutuhkan 1 kg bensin. Atau jika dalam bentuk volumetrik, maka 10.500 liter udara berbanding dengan 1 liter bensin pada tekanan satu atmosfer. Perbandingan 14,7:1 inilah yang dikenal dengan perbandingan Stoichiometric.

Pada mesin dengan teknologi kontrol elektronik, maka rata-rata perbandingan campuran udara dan bahan bakar dipertahankan pada kondisi kurang lebih 1% dari perbandingan Stoichiometric di atas.

Cara Kerja Mesin EFI

Aliran bahan bakar dari tangkai disuplai oleh pompa bahan bakar dengan tekanan antara 2 sampai dengan 3 bar. Kemudian bahan bakar disaring oleh filter, bahan bakar bertekanan ini diteruskan lagi ke pipa pembagi (accumulator) untuk didistribusikan ke masing-masing injektor sesuai dengan urutan penginjeksian. Pada saat penginjeksian, ECU memberi sinyal ke injektor untuk membuka sehingga bahan bakar pada accumulator dapat tersalurkan ke ruang bakar dalam bentuk kabut sehingga mudah terbakar. Lamanya pembukaan injektor menentukan jumlah bahan bakar yang semprotkan, selain itu jumlah bahan bakar juga dipengaruhi oleh tekanan bahan bakar.

Baca Juga: Kode Kerusakan Mesin EFI dan Artinya

Model aliran bahan bakar diatur oleh sistem yang ada di dalam ECU. Umumnya ada tiga model yang digunakan yaitu model serempak/simultan, model kelompok/grup, dan model sendiri-sendiri/sequential. Untuk berbagai jenis model pengaliran bahan bakar ini sobat bisa membacanya pada artikel model-model injeksi pada mesin EFI.

Pada masing-masing kendaraan, jenis penginjeksian bisa hanya menggunakan satu jenis, akan tetapi pada model terbaru yaitu EMS (Engine Management System) digunakan lebih dari satu model aliran bahan bakar, tergantung pada hasil evaluasi ECU berdasarkan informasi yang didapatkan dari tiap sensor.

Sensor-sensor yang memberi masukan kepada ECU terkait dengan fungsiya dalam menentukan durasi penginjeksian diantaranya: Camshaft position sensor, Water Temperatur Sensor, Throttle Position Sensor, Speed sensor, Switch  netral, Mass Air flow sensor, tegangan baterai, Ignition Switch, dan Oksigen sensor. Masing-masing dari sensor tersebut memiliki fungsi, berikut penjelasan masing-masing sensor pada mesin EFI.

Macam-Macam Sensor EFI dan Fungsinya

Demikianlah artikel tentang cara kerja mesin EFI dan macam-macam sensor EFI semoga mudah dipahami. Jika ada pertanyaan atau sharing-sharing silahkan via komentar di kolom komentar di bawah ini. Jika merasa bermanfaat tolong bantu sebarkan. Salam Otomotif dimanapun Sobat berada :)

Label: