Cara Cek Kebocoran Pada Mobil Bekas

Banyak alasan ketika orang membeli mobil, ada yang hanya sekedar untuk fashion atau gaya hidup, ada yang untuk disewakan atau menjadi angkutan semacam travel, ada juga yang digunakan untuk berbisnis. Apalagi akhir-akhir ini kalau kita lihat di Kota Besar misal Jogja, kita banyak melihat penjual-penjual baju, sepatu, sandal bahkan es krim yang menggunakan mobil-mobil kelas premium. Tentu ini menjadi fenomena yang menarik, biasanya yang jualan semacam itu ya menggunakan transportasi atau media yang sederhana atau ya paling tidak mobil pick-up. Namun begitulah, mungkin ini salah satu strategi terbaru juga untuk menarik pelanggan.


Namun bagi sobat yang tertarik membeli mobil karena benar-benar untuk kebutuhan, dan ternyata anggarannya kurang, tentu sobat akan melirik mobil-mobil bekas sebagai alternatif dalam membeli mobil. Dan memang karena selain harganya yang terjangkau dan bisa jauh dari harga aslinya, mobil bekas menjadi pilihan sobat yang hobi ganti-ganti mobil. Meskipun demikian, namun sobat harus berhati-hati ketika hendak membeli mobil bekas.

Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian, karena jangan sampai kita mendapatkan harga murah namun malah justru mendapatkan segudang masalah pada mobil bekas yang kita beli tersebut. Sala satu hal yang harus diperhatikan ketika membeli mobil bekas yaitu kondisi cairan yang ada pada mobi. Ketika membeli mobil bekas sebaiknya sobat periksa terlebih dahulu apakah ada kebocoran atau tidak pada mobil bekas tersebut. Cairan mobil merupakan komponen mobil yang mudah rusak, padahal cairan mobil sangat penting untuk menjaga umur pemakaian mobil.

Baca Juga: Inilah Ciri Mobil Bekas Banjir

Cara yang mudah dalam mendeteksi apakah ada kebocoran pada mobil atau tidak adalah dengan memeriksa kondisi radiator mobil. Radiator mobil adalah salah satu komponen yang ada pada sistem pendingin. Selain pada radiator, periksa juga kondisi selang radiator, pompa air, atau balok mesin. Komponen-komponen tersebut sangat rawan adanya kebocoran.

Perhatikan radiator mobil yang hendak dibeli, jika kondisinya basah ataupun berkarat maka kemungkinan besar radiator mobil tersebut dalam kondisi bocor. Kemudian periksa warna cairan pendingin, lalu perhatikan apakah ada bekas cairan dengan warna yang sama yang berada di sekitar sistem pendingin atau kolong-kolong mobil. Dan juga jika sobat menemukan adanya warna oli mesin cokelat atau seperti susu maka air radiator mobil tersebut bocor dari dalam mesin (bukan dari selang-selang atau komponen sistem pendingin).
Selain itu, pengecekan kebocoran juga bisa dilakukan dengan menjalankan mobil, radiator yang bocor menyebabkan suhu mesin akan cepat panas.

Baca Juga: Inilah Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas

Selain kebocoran sistem pendingin, sebaiknya sobat juga memeriksa adanya kebocoran pada oli mesin. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa suhu mesin tidak cepat panas dan juga dengan melihat banyaknya oli pada dipstick. Kebocoran oli juga bisa dideteksi dengan adanya debu pekat pada tempat kebocorannya. Jika sobat menemukan lapisan oli pada knalpot mobil, maka oli tersebut bocor dan masuk ke ruang bahan bakar.

Itulah beberapa tips tentang cara cek kebocoran pada mobil sebelum membeli mobil bekas, semoga bermanfaat dan tolong dishare yaaaa. Salam Otomotif!

Label: