Arti Kode Kerusakan Mesin EFI dengan Scanner J-DE

Saat ini hampir semua produk mobil menggunakan sistem EFI dalam suplay bahan bakarnya, karena pembakaran yang dihasilkan oleh mesin EFI dapat lebih optimal karena didukung dengan berbagai sensor yang ada pada mesin tersebut.  Namun perawatan dan perbaikan mesin EFI lebih kompleks dari pada mesin konvensional yang menggunakan karburator. Dimana seringnya bengkel yang memperbaiki mesin EFI menggunakan alat scanner yang harganya sangat mahal. Dan oleh karena itu sangat wajar jika biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mesin EFI atau hanya sekedar diagnosis di bengkel itu mahal bahkan sampai lima ratus ribu rupiah untuk sekali diagnosis.


Ketika mendiagnosis mobil dengan mesin EFI kita dapat mendiagnosis secara manual dengan tespen, maupun diagnosis dengan scanner. Dalam diagnosis menggunakan scanner ada kode-kode kerusakan yang harus dibaca untuk mengetahui lokasi kerusakan pada mobil mesin EFI tersebut. Pada artikel sebelumnya Guru Otomotif sudah membahas arti kode kerusakan mesin EFIdengan scanner OBD, nah pada artikel kali ini Guru Otomotif akan membahas arti kode kerusakan mesin EFI dengan scanner J-DE. Kodenya hampir sama dengan menggunakan OBD.

Berikut ini arti kode kerusakan mesin EFI dengan scanner J-DE. DTC sistem Mesin K3 dan EJ.

Kode
Kerusakan Pada
P0110/43
Sensor temperatur udara masuk (IAT)
P0105/31
Sirkuit Tekanan Absolute Manifold/Tekanan Barometric (MAP)
P0115/42
Sirkuit Temperatur Cairan Pendingin Mesin (WTS)
P0120/41
Malfungsi Sirkuit Sensor Posisi Pedal Throttle (TPS)
P0130/21
Sirkuit Sensor Oksigen (Bank 1 Sensor 1) (O2s)
P0135/23
Sirkuit Heater Sensor O2 (Bank 1 Sensor 1) (O2s)
P0171/25
Sistem Terlalu Kurus (Malfungsi A/F Kurus, Bank 1)
P0172/26
Sistem Terlalu Gemuk (Malfungsi A/F Gemuk, Bank 1)
P0325/18
Sirkuit Sensor Knock 1 
P0335/13
Malfungsi Sirkuit "A" Sensor Posisi Crankshaft (CKPS)
P0340/14
Sirkuit "A" Sensor Posisi Camshaft (Bank 1 atau Single Sensor)
P0350/16
Sirkuit Primer/ Sekunder "A" Koil Pengapian
P0443/76
Malfungsi Purge Control Valve Evaporative Emission Control (VSV)
P0500/52
Sensor Kecepatan Kendaraan
P0505/71
Malfungsi pada Sistem Kontrol Idle (ISC)
P1346/75
Sensor VVT Problem Performance
P1349/73
Malfungsi pada Sistem VVT
P1510/54
Sirkuit Sinyal Starter
P1520/51
Sirkuit Switch A/C Malfungsi
P1530/44
Sistem Sinyal Sensor Temperatur Evaporator Air Conditioner
P1600/83
Malfungsi pada Sirkuit Sinyal Immobiliser
P1601/81
Malfungsi Sinyal Immobiliser
P1656/74
Malfungsi pada Sikuit OCV

Kode
Kerusakan Pada
"13"
Crankshaft position sensor (G1), eqv to "P0335"
"14"
Camshaft position sensor (NE), eqv to "P0340"
"18"
Knock sensor (KNK), eqv to "P0325"
"31"
Sensor Manifold Airintake Pressure (MAP), eqv to "P0105"
"41"
Throttle Position Sensor (TPS), eqv to "P0120"
"42"
Water Temp Sensor (THW), eqv to "P0115"
"51"
Switch signal A/C (air cond), eqv to "P1520"
"52"
Speed sensor (SP) atau kabel speedometer putus/lepas (confirmed by two trip detection logic), eqv to "P0500"
"54"
Masalah di Stater signal circuit (STA) atau DTC ini akan muncul jika mesin A/X dinyalakan dengan cara konvensional yaitu "mendorong mobil", eqv to "P1510"
"71"
Masalah di Idle Speed Control Valve (ISCV), eqv to "P0505"

Demikianlah arti kode kerusakan mesin EFI dengan scanner J-DE semoga bermanfaat dan dapat memudahkan atau membantu sobat dalam pembacaan kode kerusakan mesin EFI dengan scanner. Jika bermanfaat silahkan dishare ya. Salam Otomotif!

Label: