Mengenal Pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition)

Sistem pengapian pada motor bensin ada banyak tipenya, salah satunya dan mungkin biasa kita dengar adalah sistem pengapian CDI. Walaupun dasarnya fungsi sistem pengapian itu sama, namun metode untuk mendapatkan arus besarnya ada beberapa tipe. Pada kali ini Guru Otomotif akan membahas salah satu tipe sistem pengapian yaitu pengapian CDI.


Sebelum kita bahas lebih jauh apa itu CDI, kita harus pahami dulu pengertian dari CDI. CDI atau singkatan dari Capasitive Discharge Ignition, adalah suatu sistem pengapian yang kerjanya berdasarkan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerjanya berbeda dengan sistem pengapian penyimpan induktif. Pada pengapian CDI, koil masih digunakan tapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi dan tidak untuk menyimpan energi. Gantinya adalah sebuah kapasitor yang digunakan untuk penyimpan energi.

Pada sistem CDI kapasitor diisi degan tegangan tinggi antara 300 volt sampai 500 volt, dan ketika sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang energinya menuju kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut lalu menaikkan tegangan hasil pembuangan muatan kapasitor menjadi tegangan yang lebih tinggi di kumparan sekundernya untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi.  Ketika bekerja kapasitor CDI ini secara periodik diisi oleh bagian pengisi dan lalu muatannya dibuang ke kumparan primer koil untuk menghasilkan tegangan tinggi.

Prinsip Pengisian dan Pembuangan Muatan Kapasitor

Perhatikan gambar dibawah ini. Jika posisi saklar menghubungkan terminal 1 dan 2 maka terjadi rangkaian tertutup antara sumber dan kapasitor. Ini menyebabkan terjadinya aliran arus dari baterai ke kapasitor sehingga kapasitor bermuatan  (terisi penuh). Kemudian jika saklar posisinya diubah sehingga terminal 1 dan 3 terhubung maka kapasitor bertidak sebagai sumber energi yang mengeluarkan muatannya melalui kumparan (yaitu kumparan primer koil pada jika pada pengapian CDI) sebagai beban dalam rangkaian tersebut.

Ketika kapasitor mengeluarkan arus dengan cepat melalui kumparan, energi listrik yang disimpan dalam kapasitor diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet dan berekspansi disekitar kumparan. Gerakan medan magnet yang sangat cepat inilah yang menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder koil. Sbagai pengganti saklar, dalam sistem pengapian CDI dipakai thyristor yang ON dan OFF secara teratur sesuai dengan waktu pengapian yang sudah ditentukan.

Ada perbedaan penting antara pengapian CDI dengan sistem pengapian induktif lainnya (seperti sistem pengapian konvensional dan transistor). Untuk sistem pengapian induktif (pada selain CDI) tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputus oleh kontak pemutus atau transistor. Sedangkan pada pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir cepat ke kumparan primer koil.

Demikian artikel tentang mengenal pengapian CDI, untuk cara kerjanya akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Silahkan dishare ya jika bermanfaat. Semoga menambah wawasan dan keilmuan kita tentang otomotif. Salam otomotif!

Label: