Inilah Dapur Pembuatan Mesin Di Pabrik Toyota

Bagi sebagian orang mungkin ada yang mengira bahwa mobil-mobil yang beredar di negara kita ini berasal dari luar negeri atau dibuat oleh tangan-tangan asing. Mungkin karena minimnya informasi berkaitan proses pembuatan mobil, yang kita tahu adalah bahwa mobil buatan karya anak bangsa itu yang dulu sempat bikin heboh yaitu mobil ESEMKA.
Tak banyak yang menyadari bahwa sesungguhnya beberapa mobil Toyota yang ada di negeri ini juga dibuat langsung oleh tangan-tangan anak bangsa, melalui pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang terletak d kawasan industri Sunter, Jakarta Utara.


Artikel ini akan sedikit memberikan pengetahuan tentang dapur mesin atau tempat pembuatan engine pada mobil Toyota di pabrik Toyota ini, artikel ini bukan bermaksud promosi atau apapun, karena tujuan penulisan artikel ini agar kita menyadari bahwa putra-putri bangsa ini juga mampu dalam bersaing di dunia industri otomotif.

Dikutip dari viva.co.id yang telah mengunjungi pabrik tempat pembuatan mobil Toyota, pabrik ini memiliki luas 13 hektare, Pabrik Toyota terdiri dari 2 pabrik yaitu Pabrik Sunter 1 dan Pabrik Sunter 2. Pada masing-masing pabrik ini menjadi pabrik pembuatan mesin bensin dan mesin etanol, selain itu pada masing-masing pabrik ini juga menjadi tempat dibuatnya stamping part dan iron casting. Sedangkan kapasitas produksi mesin pada kedua pabrik ini sebanyak 195.000 unit dan 12.000 ton untuk produksi iron casting.

Menurut Abdul Mukti selaku Assistant General Manager Stamping Division TMMIN, Toyota membuat komponen utama dan bahan baku. Kemudian bahan baku tersebut dirakit menjadi mobil, perakitan dari bahan baku menjadi mobil tersebut dilakukan di Pabrik Toyota yang terletak di kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.

Masih menurut Abdul Mukti, bahwa pembuatan dan pengepresan pelat serta komponen dilakukan pada pagi hari, karena ketika malam hari barang yang telah jadi tersebut dapat segera dirakit menjadi mobil.
“Pemakaian material sangat kami perhitungkan demi efisiensi. Sisa plat yang tidak terpakai kemudian dilebur untuk selanjutnya dibuat mesin” terang Abdul.

Sementara itu bahan baku pembuatan plat yang dipakai dalam pembuatan bodi dan sasis yang berasal dari lokal dan Krakatau Steel hanya 28 persen saja. Sedangkan sisanya adalah berasal dari impor yang diperoleh dari Negara Jepang dan Korea Selatan. Pada bahan baku baja lainnya, 74 persen dibuat menjadi komponen-komponen sedangkan sisanya, yakni 26 persen (scap) dilebur menjadi sebuah blok mesin.
Ada yang unik dalam pembuatan satu unit mesin, yaitu proses pencetakan yakg menggunakan cetakan pasir. Penggunaan cetakan pasir dalam pembuatan mesin dilakukan karena pasir tahan terhadap panas bahkan panas yang tinggi yaitu 1.800 derajar Celcius. Selain itu cetakan pasir mudah dibongkar serta dibuat menjadi cetakan ulang.

Untuk mesin sendiri, ternyata selain di pakai untuk memenuhi kebutuhan lokal juga di ekspor lho ke beberapa negara. Diantaranya adalah Kijang Innova 1TR dengan kapasias 2.000cc serta Fortuner 2TR dengan kapasitas 2.700cc dan mesin etanol.

Demikianlah artikel tentang dapur pembuatan mesin di pabrik toyota, dari sini kita belajar bahwa bangsa kita ternyata mampu dan bisa memproduksi mesin bahkan bisa ekspor. Semoga putra-putri bangsa kita semakin maju kemampuannya dalam bidang teknologi di era yang semakin ketat dalam persaingan. Salam otomotif!

Label: