Engine immobilizer, Teknologi Anti Maling Pada Mobil

Maraknya pencurian kendaraan membuat para pemilik kendaraan harus ekstra waspada dalam menjaga kendaraan mereka, seperti sepeda motor ataupun mobil. Karena pencuri sekarang semakin pintar, bahkan konon katanya ada cairan khusus yang apabila ditetskan pada jalur kunci sepeda motor maka akan membuat sistem penguncian sepeda motor sehingga sepeda motor mudah untuk dicuri. Pemilik mobil pun tidak luput dari sasaran, mereka para pencuri sering kali mengambil kesempatan dari kelalaian si pemilik mobil. Dengan banyaknya aksi pencurian membuat para ilmuwan berfikir keras bagaimana cara mengatasi atau mencegah pencurian. Dan kini sobat tidak perlu lagi cemas dan khawatir dengan kendaraan sobat, khususnya mobil. Karena para insinyur otomotif telah menemukan sebuah teknologi anti pencurian mobil. Tekologi itu bernama engine immobilizer. Berikut ini ulasan yang akan guruotomotif berikan pada sobat semua.


Apa itu engine immobilizer?

Engine immobilizer adalah sebuah sistem pencegah dari pencurian kendaraan. Engine immobilizer mencegah mesin dihidupkan dengan kunci yang tidak dikenali nomer kodenya oleh kendaraan tersebut yang telah di stel sebelumnya. Bila engine immobilizer sudah diset ke dalam kendaraan, lampu indikator keamanan akan menyala untuk menandakan bahwa sistem telah dipasang.


Komponen Engine immobilizer yaitu transponder key coil, transponder chip, transponder key amplifier, transponder key ECU, engine ECU, dan lain-lain. Ada dua tipe engine immobilizer system, yaitu engine immobilizer yang dikontrol dengan pemisahan ECU (transponder key pada ECU), dan yang lain dikontrol dengan ECU (engine ECU) yang disatukan dengan transponder key ECU. ID code (transponder key code)

Fungsi engine immobilizer set dan unset


Fungsi engine immobilizer set adalah ketika kunci kontak ditarik keluar dari lubangnya, tepatnya adalah 20 detik sesudah posisi kunci kontak berada pada ACC atau LOCK, engine immobilizer system berfungsi mematikan pengapian dan injeksi bahan bakar. Bila engine immobilizer telah terpasang, meskipun switch pengapian diputar menggunakan alat lain ke posisi START, mesin tidak akan hidup, sebab tidak akan ada pengapian dan juga tidak ada bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran.

Fungsi engine immobilizer unset adalah apabila kunci kontak dimasukkan ke lubangnya, maka transponder key ECU dan transponder chip di dalam kunci kontak akan saling berhubungan. Kemudian  kode ID di dalam transponder key ECU dan kode ID yang ada pada transponder chip saling mencocokkan, dan engine immobiliser system menjadi terbuka, membuat pengapian timbul dan injeksi bahan bakar bekerja. Sehingga mesin bisa distater.

Fungsi registrasi transponder key code

Fungsi registrasi transponder key code terdiri dari registrasi awal (otomatik), registrasi tambahan, dan penghapusan.  Kunci utama (master key) diregistrasi di ECU untuk registrasi tambahan dan penghapusan.  Lihat buku Pedoman Reparasi atau Service Bulletin untuk penjelasan detilnya.


Registrasi awal key code adalah sistem registrasi otomatis transponder key code yang baru (kode master key dan kode anak kunci atau sub kode) jika ECU diganti. Jika ECU diganti, jika memutar switch pengapian posisi ON mambuat lampu keamanan berkedip. Pada saat seperti ini, masukkan master key dan anak kunci ke lubang kunci maka kontak otomatis akan meregistrasi transponder key code di ECU.
Di dalam mode registrasi awal (otomatis), transponder key bisa diregistrasi untuk tiga atau empat anak kunci atau sub kode. Registrasi yang terakhir dipakai untuk mode registrasi sub key.  Setelah registrasi awal dilakukan, kemudian lakukan percobaan selama 30 menit untuk penyesuaian komunikasi ID antara transponder key ECU dan engine ECU.


Registrasi kode kunci tambahan

Registrasi kode kunci tambahan adalah fungsi untuk memasang registrasi tambahan pada transponder key code yang baru (kode master key dan kode sub key) dengan transponder key code terdaftar di ECU. Gambar menunjukkan contoh metode registrasi tambahan untuk transponder key. Tipe registrasi metode ECU control difungsikan dengan switch pengapian dan bekerjanya pintu pengemudi.


Registrasi tambahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan hand-held tester. Pada tipe engine ECU control, registrasi dan penghapusan dipasang dengan bekerjanya pedal rem dan pedal gas. Nomor regristrasi untuk transponder key code bervariasi tergantung modelnya. 
Demikianlah artikel tentang engine immobilizer, teknologi anti maling pada mobil yang membuat mobil sobat menjadi lebih terjaga keamanannya, namun meski demikian sobat tetap harus waspada, karena perkembangan teknologi juga membuat para pencuri semakin cerdik dan menggunakan segala cara untuk melakukan kejahatannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita. Salam Otomotif!

Label: ,