Cara Kerja Sistem Pengapian CDI

Sistem pengapian CDI tidak lagi menggunakan kontak pemutus seperti pada sistem pengapian konvensional atau transistor. Namun ada juga sistem pengapian CDI yang masih menggunakan kontak pemutus (platina). Pada pengapian CDI ini tegangan tinggi koilnya dihasilkan ada arus pembuangan kapasitor yang mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Sebelumnya kita sudah membahas pengenalan awal tentang pengapian CDI itu seperti apa. Agar lebih jelas tentang cara kerja sistem pengapian CDI, Guru Otomotif akan membahasnya pada artikel khusus ini.


Rangkaian Sistem Pengapian CDI

Sistem pengapian CDI jika dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sesuai dengan kerjanya masing-masing maka komponen tersebut menjadi enam blok seperti pada gambar dibawah ini.

  1. Converter DC ke DC. Berfungsi untuk mensuplai tegangan untuk pengisian kapasitor. Bagian ini terdiri dari rangkaian pengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan rangkaian flip-flop. Arus AC kemudian dinaikkan oleh transformator step-up menjadi 300-500 volt lalu disearahkan lagi dengan dioda sistem jembatan. Tegangan tinggi inilah yang dipakai untuk mengisi kapasitor.
  2. Kapasitor, berfungsi untuk menyimpan listrik yang disuplai oleh konverter DC ke DC
  3. Generator pulsa, berfungsi untuk trigger (pemicu) atau penghasil siyal untuk mengaktifkan thyristor.
  4. Amplifier atau penguat pulsa, berfungsi untuk penguat sinyal yang dihasilkan pembangkit sinyal sehingga sinyal cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor.
  5. Saklar thyristor, berfungsi untuk mengalirkan listrik dari kapasitor menuju koil pengapian. Thyristor merupakan komponen semikonduktor yang akan ON (bekerja) karena adanya pulsa tegangan di kaki gatenya. Ketika distributor berputar, pulsa tegangan dihasilkan oleh pick up coil. Sinyal pulsa ini dikuatkan oleh amplifier untuk selanjutnya menghidupkan thyristor. Ketika IN inilah kapasitor mengeluarkan energinya menuju kumparan primer koil. Lalu thyristor kembali OFF dan kapasitor kembali terisi.
  6. Koil, fungsinya sebagai transformator yang menghasilkan tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi.

Cara Kerja Sistem Pengapian  CDI

Metode pembuangan muatan kapasitor agar menghasilkan tegangan tinggi untuk selajutnya dijadikan percikan api pada busi, ini dicapai dengan cara menyimpan energi listrik pada kapasitor. Ketika timing pengapian sudah tepat dan api siap dipercikkan, thyristor power akan aktif dan membentuk rangkaian tertutup antara kapasitor dan kumparan primer koil.

Kapasitor kemudian dengan cepat akan melepaskan energinya melalui kumparan primer koil. Aliran arus yang sangat cepat pada kumparan primer ini akan menyebabkan terjadinya tegangan yang sangat tinggi pada kumparan sekunder. Lalu tegangan tinggi ini kemudian untuk disalurkan ke busi untuk menghasilkan loncatan bunga api di antara elektroda busi.

Demikianlah cara kerja sistem pengapian CDI. Walaupun kelihatannya rumit bingit tapi kalau kita fahami dengan serius pasti mudah. Untuk sistem pengapian CDI model platina atau yang menggunakan kontak pemutus akan kami bahas pada artikel selanjutnya insyaAllah. Semoga bermanfaat. Salam otomotif!

Label: