Cara Kerja Sistem Pengapian CDI Model Kontak Pemutus (Platina)

Sistem pengapian CDI (Capasitive Discharged Ignition) bekerjanya dengan memanfaatkan kerja pengisian dan pembuangan muatan kapasitor. Tegangan yang diisikan ke kapasitor ini adalah tegangan yang tinggi yaitu antara 300-500 volt. Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana cara kerja sistem pengapian CDI yang sudah tidak menggunakan kontak pemutus. Namun pada artikel ini GuruOtomotif akan membahas model pengapian CDI yang masih menggunakan kontak pemutus (Platina). Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Silahkan lihat keterangan gambar dibawah ini.


Keterangan gambar:

Cara Kerja Sistem Pengapian CDI Model Platina

Ketika kunci kontak dihidupkan (ON) arus akan mengalir ke rangkaian A, akibat kerja rangkaian multivibrator yang dibentuk oleh kedua transistor yang ON dan OFF dengan bergantian dan cepat, maka arus listrik akan bergantian secara cepat ke transistor kiri dan kanan sehingga arus listrik juga mengalir dengan bergantian secara cepat melalui kumparan di atas dan bawah terminal 0 pada transformator. Ini menyebabkan kumparan akan muncul medan magnet dengan arah kutub yang berubah-ubah juga. Akibatnya akan timbul tegangan induksi di kumparan sekunder dengan tegangan yang jauh lebih besar dibanding tegangan pada kumparan primer. Hal ini karena jumlah kumparan sekunder lebih banyak. Tegangan yang dihasilkan adalah tegangan AC lalu disearahkan oleh dioda sistem jembatan. Output dioda berupa tegangan DC yang selanjutnya dialirkan untuk mengisi kapasitor.

Ketika Kontak Pemutus Atau Platina Tertutup

Jika kontak pemutus (platina) dalam keadaan tertutup, arus baterai akan mengalir ke kunci kontak, ke dioda, ke R47, ke kontak pemutus, kemudian massa. Pada keaadan ini tidak ada sinyal/arus yang ke thyrisitor sehingga kapasitor belum mengeluarkan muatannya.

Ketika Kontak Pemutus Atau Platina Terbuka

Ketika kontak pemutus terbuka, arus dari R47 mengalir ke dioda, ke kapasitor 47 nF dan ke kaki gate thyristor. Arus ini menyebabkan thyristor aktif sehingga kaki anoda dan katoda terhubung dan membentuk rangkaian tertutup antara kapasitor utama, thyristor, kumparan primer koil dan kaki negatif kapasitor utama. Akibat rangkaian tertutup ini, kapasitor mengeluarkan muatannya (discharged) dengan sangat cepat melewati kumparan primer koil yang dengan cepat juga menyebabkan medan magnet pada koil sehingga terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder koil.

Ketika kontak pemutus tertutup lagi, arus mengalir ke massa lagi dan tidak ada arus yang masuk ke kaki gate sehingga thyristor menjadi OFF dan terjadilah rangkaian terbuka pada kapasitor. Pada saat ini kembali terjadi pengisian kapasitor dengan cepat sampai kontak pemutus kembali terbuka dan muatan kapasitor kembali dibuang dengan cepat ke koil. Proses ini terjadi berulang-ulang selama pengapian dan mesin bekerja.

Demikianlah cara kerja sistem pengapian CDI model kontak pemutus (platina). Semoga mudah dimengerti dan bermanfaat. Silahkan dishare ya. Salam otomotif!

Label: