Cara Kerja Kopling Manual Sepeda Motor

Ketika kita hendak membeli sepeda motor kadang kita berpikiran untuk membeli sepeda motor yang memakai kopling manual, alasannya hanya karena biar terlihat lebih keren dan laki banget. Atau ketika kita sudah memiliki sepeda motor namun menggunakan kopling otomatis, lalu kita mengubahnya atau memodifikasi sepeda motor tersebut hingga mempunyai kopling manual. Kebanyakan orang hanya mengikuti trend dan ikut-ikutan saja. Setiap sepeda motor ada yang memakai kopling manual dan kenapa memakai kopling otomatis dan itu sebenarnya sudah difikirkan oleh si pembuat sepeda motor tersebut. Sehingga tak perlu bagi kita untuk merubah-rubahnya. Bagi yang menggunakan kopling manual, kenapa memakai kopling manual? Memang seperti apa kopling manual itu? Nah itulah yang akan guruotomotif bahas pada artikel kali ini.


Apa itu kopling?

Sebelum kita bahas seperti apa kopling manual itu dan bagaimana cara kerjanya, sebaiknya kita ketahui dulu fungsi dari kopling. Kopling itu berfungsi untuk meneruskan dan memutuskan putaran daru poros engkol menuju transmisi ketika memulai atau ketika mesin hendak berhenti dan juga ketika pemindahan gigi.

Komponen kopling mekanis?

Sedangkan kopling mekanis itu adalah kopling yang bekerjanya diatur oleh handle kopling atau tuas kopling. Pembebasannya dilakukan dengan cara menarik tuas kopling di batang kemudi sepeda motor (biasanya ada di sebelah kiri). Komponen kopling manual antaralain:
  1. Mekanisme handel terdiri dari: handel, kabel kopling, tuas atau batang dan pen pendorong
  2. Mekanisme kopling terdiri dari: gigi primer kopling, rumah atau clutch housing, plat gesek, plat kopling, per, pengikat, kopling tengah, plat penekan, klep penjamin dan batang pembebas (release rod).
Untuk memudahkan mengingat komponen-komponen kopling di atas silahkan lihat gambar dibawah ini
Rumah kopling ditempatkan pada poros utama yaitu poros yang menggerakkan semua roda gigi transmisi, akan tetapi rumah kopling ini bebasterhadap poros utama, sehingga jika rumah kopling berputar maka poros utama tidak ikut berputar. Hub kopling dipasang dengan tujuan agar putaran rumah kopling bisa sampai kepada poros utama. Untuk menyatukan rumah kopling dengan hub kopling digunakan dua plat, yaitu plat tekan dan plat gesek.

Cara kerja kopling mekanis

Cara kerja koling mekanis adalah sebagai berikut, ketika handel kopling atau tuas kopling pada batang kemudi bebas (dalam posisi tidak ditarik) maka plat tekan dan plat gesek dijepit piring penekan dengan bantuan dari pegas kopling, sehingga tenaga putar dari poros engkol dapat diteruskan ke roda belakang. Lihat gambar berikut ini, ilustrasi putaran mesin yang tidak diteruskan ke transmisi ketika tuas kopling mulai dilepas.
Dan gambar berikut ketika tuas kopling dilepas, putaran mesin diteruskan dengan sempurna menuju transmisi.
Sedangkan ketika tuas kopling ditekan atau ditarik maka alat pembebas kopling akan tertarik melalui kawat kopling. Alat pembebas kopling ini kemudian akan menekan batang tekan atau release rod yang berada di dalam poros utama. Batang tekan kemudian akan mendorong piring penekan ke arah yang berlawanan dengan gaya pegas kopling. Sehingga plat gesek dan plat tekan akan terpisah saling menjauh atau merenggang sehingga putaran rumah kopling tidak dapat diteruskan ke poros utama, dengan kata lain hanya memutarkan rumah kopling dan plat gesek saja.  Lihat gambar berikut ini, ilustrasi putaran mesin yang tidak diteruskan ke transmisi ketika tuas kopling ditekan.


Itulah cara kerja kopling manual pada sepeda motor, untuk cara kerja kopling otomatis insyaAllah akan guruotomotif bahas pada artikel mendatang. Semoga artikel ini bermanfaat dan salam otomotif!

Label: