Cara Kerja Engine Immobilizer Anti Maling

Engine immobiler ini sangat penting terutama di kota-kota besar yang mana pencurian mobil adalah sebuah ancaman bagi si pemilik mobil. Artikel ini meruskan artikel sebelumnya, jika sobat belum tahu apa itu engine immobilizer silahkan sobat baca artikel engine immobilizer teknologi anti maling. Teknologi engine immobilizer ini hanya ada pada mobil dengan teknologi injeksi, jadi unuk mobil-mobil yang masih menggunakan sistem bahan bakar manual atau karburator maka belum terdapat engine immobilizer ini. Lalu bagaimana sih cara kerja dari teknologi engine immobilizer ini? 

Komponen Engine Immobilizer

Sebelum membahas cara kerja engine immobilizer alangkah baiknya kita mengenal komponennya terlebih dahulu, engine immobiliser system tipe transponder key ECU control terdiri dari beberapa komponen berikut:

Koil di dalam chip transponder key memberi reaksi terhadap medan magnet yang dihasilkan oleh koil transponder. Maka timbulah listrik dan kode ID teraliri, maka tidak diperlukan adanya baterei dalam chip transponder ini. Kunci kontak diklasifikasikan ke dalam jenis semua jadi satu (all in one) dan kunci yang terpisah. Transponder chip untuk jenis terpisah terpasang di dalam transmiter.
Transponder key coil menghasilkan medan magnet di seputar lubang kunci kontak dan menerima kode dari kunci.
Sesuai dengan sinyal dari transponder key ECU, transponder key amplifier memungkinkan arus mengalir ke kumparan dalam kunci dan menghasilkan medan magnet. Transponder key amplifier mengeluarkan kode ID kunci yang diterima oleh transpinder key coil ke transponder key ECU.
Transponder key ECU menerima kode ID kunci dari transponder key amplifier dan menelitinya dengan kode yang ada dalam registrasi. Dari hasil pemeriksaan, diputuskan apakah mesin bisa dihidupkan dan meneruskan sinyal ke engine ECU. ECU ini mengontrol apakah lampu indikator keamanan menyala atau padam.
Sesuai dengan sinyal hijau untuk menghidupkan mesin dari transponder key ECU, engine ECU memulai start mesin.
Switch ini mendeteksi adanya kunci yang dimasukkan ke kunci kontak dan mengeluarkan sinyal ke transponder key ECU.

Cara Kerja Engine Immobilizer

Prinsip kerja engine immobiliser set (tipe transponder key ECU control)


Bila kunci kontak ditarik dari lubang kuncinya, maka switch peringatan kunci unlock mati. Transponder key ECU mendeteksi sinyal ini dan membuat engine immobiliser bekerja dan lampu indikator keamanan tetap menyala.

Bila kunci diputar dari posisi ON ke posisi ACC atau LOCK, dan dibiarkan 20 detik berlalu, transponder key ECU mendeteksi hal ini dari terminal G, sehingga membuat sistem dalam engine immobiliser bekerja serta membuat lampu indikator keamanan menyala.

Prinsip kerja engine immobiliser unset (tipe transponder key ECU control)


Bila kunci kontak dimasukkan ke lubangnya, switch peringatan unlock menyala. Transponder key ECU mendeteksi sinyal ini dan kemudian ECU mensuplai power melalui terminal VC5 ke transponder key amplifier dan meneruskan ke sinyal operasi melewati terminal TXCT. Hasilnya arus mengalir ke transponder key coil dan menghasilkan medan magnet di seputar lubang kunci.


Engine immobiliser system unset
Dengan medan magnet yang dihasilkan di seputar lubang kunci kontak, sinyal kode ID dicatat di pancaran sinyal ke terminal CODE dari transponder ECU.  Transponder key ECU memeriksa kode ID yang diterima ini dengan kode ID yang sudah terdaftar. Bila ECU memutuskan bahwa sinyal yang masuk ini cocok, maka ia akan meneruskan sinyal dan menerima sinyal dengan menggunakan jalur komunikasi spesial (terminal EFIOm dan terminal EFII) dan memerintahkan "engine start permission" ke engine ECU, sehingga menyebabkan engine immobiliser system terbuka.


Mematikan lampu indikator keamanan

Bila transponder key ECU membuka engine immobiliser system, maka kedipan lampu kontrol indikator keamanan padam.  Bila sirkuit terminal +B transponder key ECU's terbuka, memutar switch pengapian ke posisi ON menyebabkan backup power yang dialirkan ke transponder key ECU dan membuat kode ID menjadi cocok.

Label: