Bahaya Ban Kadaluarsa, Baca Kode Produksi Ban Saat Membeli

Ban adalah komponen yang vital bagi kendaraan bermotor bahkan bagi kendaraan tak bermotor pun juga demikian. Ban ibarat kaki pada manusia, tanpa ban kendaraan tidak dapat melaju dengan aman. Saking vitalnya ban, banyak bengkel-bengkel kecil yang khusus hanya menangani masalah ban. Tambal ban misalnya, atau pengisian angin ban di pom bensin, bahkan sekarang ada pengisian angin hidrogen pada ban. Hal itu menunjukkan bahwa ban tidak kalah pentingnya dengan kondiisi mesin. Karena mau sebaik apapun kondisi mesin tetap tidak bisa melaju tanpa ban, ban adalah penerus energi yang dihasilkan oleh mesin kendaraan.


Namun di lapangan, banyak sekali yang belum mengetahui potensi bahaya dari ban terutama ban yang sudah kadaluarsa, biasanya orang hanya mengganti ban hanya ketika ban tersebut sudah sering bocor atau robek serta halus sekali, tanpa memperdulikan umur ban. Ban yang sudah berumur atau kadaluwarsa sebenarnya menyimpan potensi yang sangat berbahaya bagi si pengendara, walaupun secara fisik atau penampilan ban tersebut masih bagus.

Agar sobat tidak memdapatkan masalah ban tersebut, maka sebaiknya sobat harus bisa memahami kode ban saat membelinya. Sangat rugi apabila sobat tidak memahami kode ban, karena misalnya ketika kita membeli ban namun ternyata ban tersebut sudah kadaluwarsa dan memiliki potensi bahaya, nah kita akan rugi sendiri.

Menurut Zainal Muttaqim, pimpinan Mustika Raya Ban di Tangerang, ban yang sudah tiga tahun di simpan di toko dan apalagi jika suhu tempat penyimpanan itu terlalu panas maka ban akan cenderung cepat kadaluwarsa, walaupun secara penampilan atau fisik masih bagus. Akan tetapi tingkat kelenturannya berubah karena kompo yang ada pada ban mengeras.

Apabila kompon ban mengeras maka daya cengkram ban terhadap permukaan jalan dapat berkurang atau bahkan sangat minim. Hal ini dapat berakibat ban tidak bisa mencengkram permukaan jalan ketika kendaraan direm. Ketika ban tidak bisa mencengktam jalan maka kendaraan bisa slip dan oleng ketika direm, ini bisa membahayakan pengemudi atau penumpang.

Supaya hal itu tidak terjadi maka sebaiknya kita harus memahami dan mencermati tiap kode yang tertulis di dinding ban. Setiap produsen ban kadang berbeda dalam menggunakan kode ban, ditambah lagi tidak semua orang paham kode ban tersebut. Solusinya adalah bertanyalah ke toko atau petugas toko ban tersebut. Tanyakan kapan ban itu mulai di stok oleh toko dan cek kodenya.

Secara umum kode produksi ban ada di bagian samping ban. Ada pabrikan yang memakai lima atau bahkan tujuh digit kode produksi ban. Untuk standar internasional menetapkan ada empat digit simbol dari belakang pada kode tersebut merupakan kode minggu serta tahun ban di produksi. Misalnya terdapat kode xxx1210, maka bacalah empat angka terakhir dari belakang yaitu 1210. Angka 12 berarti ban itu diproduksi pada minggu ke 12. Sedangkan angka 10 berarti bahwa ban itu diproduksi pada tahun 2010.

Setelah memahami kode ban tersebut maka ingatlah apakah ban yang baru sobat beli itu sudah berumur tga tahun atau lenih. Nah demikian artikel tentang bahaya ban yang kadaluarsa. Semoga dengan artikel ini sobat menjadi lebih berhati-hati dalam membeli ban. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa dishare ya kawan. Salam otomotif!

Label: